By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Nelayan Diimbau Tunda Melaut Dampak Cuaca Buruk
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Nelayan Diimbau Tunda Melaut Dampak Cuaca Buruk

Jatengdaily.com
Published: 6 Januari 2023 14:25
Share
Ilustrasi nelayan. Foto: Jatengdaily.com/wing
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Pemprov Jateng mengimbau nelayan di pantai utara (pantura) dan pantai selatan (pansela) menunda berlayar karena cuaca ekstrem, yang menyebabkan ombak mencapai 1,25 meter- 4 meter di akhir 2022 hingga awal 2023. Oleh karena itu, pemerintah memberikan bantuan logistik kepada nelayan yang tak bisa mencari ikan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng Fendiawan Tiskiantoro mengatakan, pihaknya telah menerbitkan surat imbauan melalui Himpunan Nelayan Seluruh Indonesaia (HNSI) dan Kesatuan Nelayan Tradisional  Indonesia (KNTI) Jawa Tengah. Isinya, meminta agar para nelayan menunda keberangkatan kapal, mengingat cuaca ekstrem dan tinggi gelombang pantura dan pansela yang berkisar 1,25-2,5 meter hingga 2,5-4 meter.

“Kepada semua Kepala Pelabuhan Perikanan dan Syahbandar Perikanan diminta untuk memantau aktivitas kapal penangkap ikan di pelabuhan, dan bila kondisi cuaca tidak memungkinkan maka penerbitan SPB (Surat Persetujuan Berlayar) ditunda, sampai kondisi cuaca normal kembali dan memungkinkan kapal untuk berangkat,” paparnya, dilansir dari laman humas Prov. Jateng, Jumat (6/1/2023).

Fendi mengatakan, sekitar 90 persen kapal nelayan di Cilacap tidak melaut. Adapun yang kini belum melabuh di kampung asal, memilih di Pantai Pacitan dan Sendang Biru Provinsi Jawa Timur. Sedangkan, kapal dari Pantura sebanyak 70 persen, bersandar di kolam pelabuhan dan berlindung di pulau terdekat, antara lain di Legon Bajak Karimunjawa sambil menunggu cuaca membaik.

Ditambahkan, pihaknya terus memantau informasi cuaca dari BMKG, yang kemudian diteruskan kepada pemilik kapal dan nelayan.

Ia menyebut, gegara cuaca buruk, jumlah tangkapan nelayan menurun. Pada November 2021 sebesar 35.031 ton, November 2022 sebanyak 12.397 ton atau turun 64,61 persen. Sedangkan, produksi penangkapan ikan pada Desember masih dalam penghitungan, di masing-masing pelabuhan.

“Adanya cuaca ekstrem berdampak pada berkurangnya ikan hasil tangkapan nelayan dan aktivitas pelelangan ikan di TPI. Kemarin kami bantu 146 paket sembako, untuk keluarga nelayan di Kelurahan Tambaklorok Semarang,” pungkas Fendi. she 

You Might Also Like

Tanggulangi Covid-19 di Jatim, SIG Bantu Alkes dan APD Senilai Rp750 Juta
Satgas: PPKM dan PPKM Mikro Berdampak Signifikan Kurangi Kasus Aktif
Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dukung Program Bank Sampah
Dampingi Megawati Resmikan Patung Bung Karno, Ganjar: Pancasila In Action Butuh Pendekatan Budaya
Pasangan Hary Susanto/Leani Ratri Ukir Emas Kedua untuk Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020
TAGGED:Cuaca Buruknelayan melaut
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?