in

Nomine Penghargaan Prasidatama 2023 Diumumkan

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBPJT) mengumumkan para nomine Penghargaan Prasidatama 2023, Selasa, 5 September 2023. Prasidatama merupakan nama penghargaan bahasa dan sastra yang diberikan rutin tiap tahun kepada para sastrawan dan instansi pengguna bahasa Indonesia terbaik di Jawa Tengah.

Kepala BBPJT Dr. Syarifuddin mengatakan, para peraih Penghargaan Prasidatama 2023 diambilkan dari para nomine pada setiap kategori. Pengumumannya direncanakan di Pekalongan pada 25 September 2023.

Menurut Syarifuddin, nomine Penghargaan Prasidatama 2023 untuk Sastrawan diberikan untuk antologi cerita pendek, novel bahasa Jawa, novel bahasa Indonesia, manuskrip drama, dan antologi puisi. Nomine untuk pengarang antologi cerpen adalah S. Prasetyo Utomo (dengan karya “Anak Panah Dewa”), Panji Sukma (“Desis Ular di Malam Anugerah Sastra”), dan Karisma Fahmi Y. (“Kucing Malam dan Gerhana Bulan”). Sedangkan nomine untuk sastrawan novel bahasa Indonesia adalah Jusuf AN (“Kalibening”), Era Tri Astanto (“Sesepuh dan Sebuah Dukuh”), dan Zaid Paningrome (“The Candidates of Mars”).

Selain itu, demikian Syarifuddin, ada nomine penulis novel bahasa Jawa, yaitu Tito Setyo Budi (“Kembang Tayub”), Suryadi Warna Sukarja (“Sing Kendhang lan Sing Ngandhang”), dan Khoirul Sholeh (“Sumirat ing Mripat”). Untuk penyair antologi puisi adalah Setia Naka Andrian (“Apakah Surga itu Sebuah Agama”), Sosiawan Leak (“Saum Dikepung Taun”), dan A. Musabbih (“Surat Sore Hari”). Sementara untuk pengarang manuskrip drama adalah Dewanto Amin Sadono (“Gentho”), Sosiawan Leak (“Geng Toilet”), dan Idham Ardi Nurcahyo (“Sandiwara Salah Kejadian”).

Para juri Penghargaan Prasidatama 2023, lanjut Syarifudfin, adalah Gunoto Saparie, Yuditeha, dan Afifah Afra untuk antologi cerita pendek. Krishna Miharja, Dhoni Yustiyantoro, dan Prof. Dr. Rahmanu Widayat untuk novel bahasa Jawa. Saroni Asikin, Gunawan Budi Susanto, dan Bandung Mawardi untuk novel bahasa Indonesia.

“Sedangkan juri untuk manuskrip drama adalah St. Wiyono, Hanindawan, dan Widyo Babahe Leksono. Sementara juri untuk antologi puisi yaitu Dorothea Rosa Herliany, Gus TF Sakai, dan Mukti Sutarman Espe,” ujarnya.

Syarifuddin menambahkan, untuk nomine instansi pengguna bahasa Indonesia terbaik dari lembaga pemerintah adalah Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Jawa Tengah, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Semarang, dan Sekretariat Daerah Kabupaten Grobogan. Sekolah pengguna bahasa Indonesia terbaik yaitu MAN Demak, MAN 1 Grobogan, dan MAN 1 Semarang. Sedangkan hotel pengguna bahasa Indonesia terbaik adalah Hotel Kesambi Hijau, Hotel Owabong, dan Hotel The Wujil. St

Written by Jatengdaily.com

Gali Potensi Anak Muda, Pemkot Semarang Launching Event Kolaboratif “Kita Pemuda”

Antisipasi Kebakaran, Pemkot Semarang Ajak Masyarakat Tidak Bakar Sampah dan Ilalang