By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Obat Herbal Indonesia Dikenal di Luar Negeri, Didorong Terus Pengembangannya
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Obat Herbal Indonesia Dikenal di Luar Negeri, Didorong Terus Pengembangannya

Jatengdaily.com
Published: 25 Mei 2023 06:10
Share
Ilustrasi. Foto: pixabay.com
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Penggunaan jamu dan obat herbal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menceritakan pengalamannya ketika dirinya umroh, selalu ada warga Arab Saudi yang meminta obat herbal cair dan minyak angin.

“Ketika saya umroh, ketika saya membawa seperti contoh tolak angin, freshcare, itu pasti biasanya orang-orang Saudi dengan bahasa Arab bertanya, Pak boleh ndak saya minta itu? Untuk dikonsumsi mereka. Artinya mereka sudah mengakui itu, bahwa itu memiliki khasiat yang tertentu,” bebernya, dilansir dari laman humas Prov. Jateng, Kamis (25/5/2023).

Di beberapa negara, lanjutnya, jamu bahkan sudah dijadikan sistem kesehatan nasional. Contohnya di China dan Jepang. Pengakuan dari masyarakat internasional itu, perlu direspon cepat oleh Indonesia. Apalagi Indonesia adalah gudangnya rempah-rempah.

“Harusnya ini diadopsi juga di negara kita. Apalagi kita tahu bahwa sejak sebelum kita merdeka, ada jalur-jalur rempah, artinya jalur-jalur kesehatan yang tumbuh di negara kita, yang dibutuhkan oleh negara-negara maju maupun berkembang. Sampai saat ini juga, jamu ini menjadi kekuatan tersendiri (terutama) ketika era Covid-19,” ungkapnya.

Menurut wagub, pemanfaatan obat herbal ini harus terus dikembangkan. Dalam pengembangannya, perlu ada kerja sama di antara para stakeholder. Seperti dengan dokter, kampus yang memiliki jurusan ilmu kedokteran, apoteker, dan BPOM.

“Ini kita dorong harusnya bekerja sama (seperti) tadi antar IAI Himastra, yang mereka juga memiliki concern terhadap jamu-jamu tradisional nasional, didatangi juga saat ini. Pengusaha-pengusaha jamu tradisional ini harus sering-sering berkomunikasi juga dengan BPOM,” pintanya.

Kerja sama antarstakeholder di bidang kesehatan itu, tandas wagub, diperlukan, agar produsen jamu memproduksi jamu yang teruji klinis dan aman dikonsumsi. she

You Might Also Like

Peringati Hari Ayah, DPW BKPRMI Jateng Santuni Marbot Masjid Agung Semarang
Pelaku Mutilasi Mahasiswa PTS di Yogya Ditangkap di Bogor
BATIC 2024, Hari Pertama Konferensi, Diikuti 1.300 Peserta dari Berbagai Negara
Menteri Desa PDTT Halim Iskandar Resmi Launching Lomba Desa Wisata Nusantara dan Literasi Budaya Desa di Demak
Genjot Program Urban Farming, Cara Pemkot Semarang Menekan Inflasi dan Jaga Ketahanan Pangan
TAGGED:Obat Herbal Indonesiawagub jateng
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?