DEMAK (Jatengdaily.com) – Pasar murah dalam rangka menghambat laju inflasi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok kembali digelar Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Demak, Rabu (12/4/2023). Sebagimana pasar murah di Desa Bungo Wedung dan Prampelan Sayung, 68 stan yang didominasi produk pangan dan ditata berjajar di lapangan Desa Bogosari Guntur pun ludes diserbu masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Demak H Iskandar Zulkarnain menjelaskan, pasar murah diadakan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Demak dan menjelang Hari Idul Fitri 1444 H. Serta diikuti 56 peserta terdiri dari OPD, GOW, BUMN, BUMD, juga pelaku UMKM.
“Jadi selain membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan sembako murah dengan harga subsidi hingga dibawah harga pasaran, pasar murah yang merupakan bentuk kepedulian sosial BUMD dan BUMN melalui dana CSR itu sekaligus membantu pemasaran produk UMKM,” ujarnya.
Hal sama disampaikan Bupati Demak dr Hj Eisti’anah, yang hadir bersama Wabup KH Ali Makhsun dan Sekda H Akhmad Sugiharto. Menurut bupati, jelang Idul Fitri biasanya harga komoditas kebutuhan pokok naik. Sehingga berimbas pada kebaikan inflasi pula.
“Maka itu kami berusaha menjaga ketersediaan semua komoditas bahan pokok untuk menekan laju inflasi. Sehingga masyarakat bisa membeli dan memenuhi kebutuhan pokoknya, utamanya saat Idul Fitri,” kata bupati.
Melihat antusias masyarakat, baik peserta maupun penyelenggara pasar murah mengaku puas. Sebab subsidi harga yang diberikan antara Rp 2.000 hingga Rp 10.000 rupiah dapat bermanfaat bagi masyarakat sesuai kebutuhan mereka.
Sebaliknya, masyarakat berharap pasar murah semacam itu bisa menjadi agenda rutin tidak hanya setahun sekali tapi bisa lebih sering lagi. “Alhamdulillah sembako yang dijual banyak di bawah harga pasar. Tadi saya bisa belanja minyak goreng merek ‘minyak kita’ Rp 13 ribu per liter. Padahal di warung dan pasar harganya saat ini sudah Rp 16 ribu per liter,” kata Sumi, warga Bogosari. rie-yds


