By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Perlu Dilestarikan, Seni Kuda Kepang Perkuat Budaya Daerah
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Perlu Dilestarikan, Seni Kuda Kepang Perkuat Budaya Daerah

Jatengdaily.com
Published: 3 Juni 2023 10:20
Share
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)  – Menjamurnya budaya asing yang masuk ke negeri ini, belum menggeser seni Kuda Kepang. Bahkan kesenian tradisional yang satu ini masih menjadi primadona masyarakat daerah. Seperti halnya pada pentas seni di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Antusiasme warga untuk menikmati kesenian khas Kuda Kepang tersebut masih tinggi.

Hal ini terbukti pada saat, salah seorang anggota DPRD Jateng, Bambang Eko Purnomo menggelar kegiatan ‘Sosialisasi Kebijakan melalui Media Tradisional’ di Desa Sangkanayu. Warga setempat berbondong-bondong datang untuk menyaksikan kesenian tradisional tersebut. Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng itu pun mengaku sangat mengapresiasi sikap warga yang masih menggemari kesenian lokal itu.

Seni Kuda Kepang atau biasa disebut Ebeg masih menjadi primadona bagi warga di pedesaan. Seperti halnya pentas Ebeg di Desa Sangkanayu Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga, baru-baru ini. Foto: dok humas

Dia mengakui, Kuda Kepang atau lebih dikenal dengan Ebeg sarat dengan filosofi budaya. Dalam diskusinya bersama praktisi kesenian dan tokoh masyarakat, Ebeg merupakan penggambaran orang yang sedang mabuk/ hidupnya tak teratur, tapi saat menggunakan ‘jaran’ maka keduanya menjadi harmonis dan serasi iramanya.

“Kesenian Ebeg itu tidak hanya menjadi tontonan, tetapi ada kajian yang terkandung di dalamnya,” kata B.E.P, sapaan akrabnya.

Bambang Eko Purnomo dalam kegiatan ‘Sosialisasi Kebijakan melalui Media Tradisional’ di Desa Sangkanayu Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga, baru-baru ini. Fot: dok humas

Untuk itu, Bambang berharap, sosialisasi melalui kesenian tradisional dapat terus dilanjutkan agar warga dapat berperan aktif dalam pelestariannya. Selain itu, perlu sinergi semua pihak agar kesenian tradisional tersebut bisa terus dikembangkan di tengah derasnya arus budaya populer. “Perlu juga pendidikan karakter SDM, khususnya anak-anak terhadap budaya daerah,” pungkasnya. Anf- St

You Might Also Like

1.000 Paket Sembako untuk Korban Banjir Tambakrejo
Partai Buruh Bidik Perolehan Suara 700 Ribu Jiwa di Jateng, Perjuangkan Buruh
Launching Maskot dan Jingle Pilwakot Semarang 2024, Ini Pesan Mbak Ita
Airlangga Minta Kader Golkar Siap Tempur Hadapi Pilpres
Asyik, 83.000 Rumah Masyarakat Kurang Mampu Dapat Bantuan Pasang Listrik Baru
TAGGED:Perkuat Budaya DaerahPerlu DilestarikanSeni Kuda Kepang
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?