By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Perlu Sinergitas dan Aksi Nyata Tangani Rob Demak
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Perlu Sinergitas dan Aksi Nyata Tangani Rob Demak

Last updated: 30 Maret 2023 07:05 07:05
Jatengdaily.com
Published: 30 Maret 2023 07:05
Share
Nur Saadah
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com)- Dampak rob dan abrasi yang semakin parah mengundang keprihatinan banyak pihak. Termasuk di antaranya anggota Komisi D DPRD Provinsi Jateng Hj Nur Saadah SPdI MH, yang mendorong pemda semakin meningkatkan komunikasi dengan pemerintah pusat di samping provinsi. Sebab penanganan rob dan abrasi butuh sinergitas semua instansi terkait di tingkat daerah, provinsi maupun pusat sesuai kewenangan.

Menurut politisi PKB itu, belasan tahun bahkan lebih rob merendam puluhan desa pesisir di empat kecamatan di Kabupaten Demak, mulai dari Sayung, Karangtengah, Bonang hingga Wedung. Berbagai upaya juga telah dilakukannya, mulai dengan pengusulan pembuatan sea belt atau sabuk pantai pemecah gelombang yang telah terealisasi di Sriwulan Sayung.

Lanjut mengkomunikasikannya dengan Dinas PSDA Jateng terkait moratorium atau penghentian sementara pemberian ijin pengambilan air bawah tanah. Terlebih di Sayung terdapat kawasan industri yang belum tersentuh pelayanan PDAM, sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka pun membuat sumur dalam.

“Tidak menutup kemungkinan, meski ijinnya satu sumur dalam, namun kenyataannya bisa lebih dari satu titik. Kondisi ini jika dibiarkan, akan menyebabkan penurunan tanah semakin parah. Seperti terjadi beberapa tahun terakhir, tercatat penurunan permukaan tanah antara 10-12 cm per tahun,” terang Mbak Ida, demikian sapaan Nur Saadah.

Selain itu, wakil rakyat Dapil Demak- Kudus -Jepara tersebut juga telah mengkomunikasikan persoalan rob pesisir Demak dengan Kementerian PUPR. Termasuk membacakan surat berisi curahan hati Kepala Desa Morodemak Bonang, tentang warganya yang setiap hari hidup memprihatinkan di tengah kepungan rob. Ada beberapa solusi ditawarkan mulai dari bantuan rumah panggung hingga rusunawa.

“Namun itu semua perlu tindak lanjut juga dari pemerintah daerah, karena pastinya dibutuhkan adanya sharing anggaran atau penyediaan lahan. Sehingga bantuan dapat segera direalisasi,” ujarnya.

Menurut Nur Saadah, tantangan Kabupaten Demak di usia 520 tahun akan semakin berat jika tak bisa atasi persoalan rob. Tapi mesti menunggu berapa tahun lagi hingga Demak harus tenggelam? “Mungkin tidak bisa mengatasi langsung hingga tuntas. Namun setidaknya ada aksi nyata pemerintah sehingga menjadikan rakyat tidak merasa diabaikan,” pungkasnya. rie-she 

You Might Also Like

Sukses sebagai Pengusaha, Lenny Hartono Cuma Berbekal Sekolah Kelas 1 SMP
261 Desa di Boyolali Gelar Pilkades, Sebagian Pakai e-Voting
Produksi Garam Melimpah, Harga Anjlok Hanya Rp 400/kg
Danone Indonesia Dukung Visi Muhammadiyah Wujudkan Kemajuan Bangsa
Pemerintah Segera Bangun Rumah Sakit dan Puskesmas di IKN
TAGGED:Nur Saadahrob demak
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?