in

Pilkades 55 Desa di Demak Harus Sesuai Koridor Perda, Dilaksanakan 8 Oktober 2023

Ketua DPRD Kabupaten Demak HS Fahrudin Bisri Slamet bersama Bupati dr Hj Eisti'anah dan Forkompimda saat memberikan arahan kepada Panitia Pilkades serentak tahun 2023. Foto : sari jati

DEMAK (Jatengdaily.com)- Pemkab Demak kembali punya kerja. Setelah sukses menggelar Pilkades serentak di 152 desa pada 2022, tahun ini pesta demokrasi di tingkat desa itu kembali digelar di 55 desa.

Pilkades gelombang II  tahun 2023 itu ditetapkan pelaksanaannya pada 8 Oktober 2023.  Bersinergi pemda serta pihak-pihak terkait,  DPRD Kabupaten Demak pastikan penyelenggeraannya sukses tanpa ekses.

Saat ‘Pengarahan Panitia Pemilihan Kepala Desa Serentak di Wilayah Kabupaten Demak tahun 2023’ Ketua DPRD Kabupaten Demak HS Fahrudin Bisri Slamet menyampaikan,  Perda Nomor 5 tahun 2022 tentang Kepala Desa sudah mengalami revisi beberapa kali. Berlandaskan perda tersebut, mestinya pilkades gelombang kedua ini bisa dilaksanakan sesuai aturan yang ditetapkan.

“Jangan sampai terjadi lagi ada kegagalan pilkades walau satu desa seperti periode sebelumnya, dengan mengambing hitamkan perda sebagai alasannya,” ujarnya, Jumat (16/6).

Maka menjalankan fungsi legislasi sekaligus pengawasan, lanjut Fahrudin Bisri Slamet, DPRD Kabupaten Demak akan memastikan Perda 5/2022 diterjemahkan dan diimplementasikan pada pelaksanaan pilkades sesuai koridornya untuk kepentingan umum. Tidak boleh ada kepentingan politis di dalamnya.

“Kami akan melakukan pemantauan hingga ke desa melalui komisi, untuk memastikan perda diimplementasikan dengan benar mulai tahap awal hingga kades terpilih dilantik. Serta tentunya memastikan Pilkades di 55 desa ini sukses terselenggara tanpa ekses,” imbuhnya.

Sehubungan itu, sebagaimana amanat UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa pasal 1 angka 14 bahwa DPRD sebagai bagian pemerintah daerah memiliki kewenangan dalam pelaksanaan pemerintah desa, maka sesuai fungsi anggaran, DPRD bersama Bupati Demak telah menyepakati anggaran pilkades pada APBD 2023. Tentunya disesuaikan dengan kemampuan daerah.

Di satu sisi, lanjut Fahrudin Bisri Slamet, diharap pemda  bisa menjaga marwah agar pilkades terlaksana sesuai koridor perda dan perbup. Sementara di sisi lain masyarakat hendaknya turut serta mewujudkan demokrasi di tingkat desa itu sesuai perannya. Sebab hakekat pilkades adalah memilih kades berkualitas, yang mampu menjadi  pemimpin dan mensejahterakan rakyatnya.

Di sisi lain Bupati Demak dr Hj Eisti’anah menambahkan, kelancaran pilkades menjadi tanggungjawab bersama. “Mari jaga netralitas dan integritas dengan tidak memihak. Kedepankan konsultasi, komunikasi dan koordinasi panitia pilkades tingkat desa, kecamatan dan kabupaten. Mulai dari awal hingga terpilihnya kades baru,” kata bupati.

Sementara itu Sekretaris Dinpermasdes P2KB Kabupaten Demak Edi Purwanto menjelaskan, bakal calon kades yang akan berkontestasi tercatat sebanyak 143 orang dan 39 di antaranya petahana. Terdiri dari 122  laki-laki dan 21 perempuan.

Adapun 55 desa penyelenggara pilkades yang tersebar di 14 kecamatan tersebut berada di kecamatan Mranggen  empat desa, Karangawen (3), Guntur (8), Sayung (1), Karangtengah (6), dan Wonosalam (4). Selain itu Dempet empat desa, Gajah (1), Karanganyar (1), Mijen (3), Demak (1), Bonang (8), Wedung (5) dan Kebonagung (2). rie-she 

Written by Jatengdaily.com

Semangati Atlet POPDA, Wali Kota Siapkan Bonus bagi Atlet Berprestasi

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Disambut Antusias Mahasiswa Unissula