By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Pola Asuh Psikoedukasi Rasulullah Cegah Kekerasan pada Anak
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

Pola Asuh Psikoedukasi Rasulullah Cegah Kekerasan pada Anak

Jatengdaily.com
Published: 12 Oktober 2023 11:48
Share
Tim mahasiswa psikologi Unissula. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Tim mahasiswa psikologi Unissula telah melakukan riset kreatif prophetic parenting. Mereka adalah Iim Imas Hamidah, Viyanita Nur Putri Eka Warizki, dan Septian Prawisuda Putra. Mereka dibimbing oleh dosen pendamping Falasifatul Falah SPsi MA.

Adapun karya yang dihasilkan adalah psikoedukasi prophetic parenting dengan pendekatan contextual teaching and learning yang dilengkapi dengan modul praktis. Program psikoedukasi tersebut memadukan antara pola asuh yang dilakukan oleh Rasulullah SAW yang dikombinasikan dengan metode pengajaran yang dikontekstualkan dengan kehidupan nyata sehingga santri siap menghadapi berbagai permasalahan sosial di lingkungannya sehari-hari. Bahkan inovasi program psikoedukasi ini lolos pendanaan PKM 2023 skema PKM-RSH pada tanggal 15 Juni 2023.

Ketua tim Iim Imas Hamidah mengatakan bahwa program yang dirancangnya karena tim melihat maraknya berbagai kasus di pondok pesantren sepanjang 2017 – 2019 kasus kekerasan anak yang terjadi di pondok pesantren cukup tinggi, meski tidak seluruhnya dilaporkan kepada KPAI. Kasus bullying yang akhir-akhir ini mulai terjadi pada santri seperti menghina fisik, berkata kasar, memojokkan teman ketika di asrama dan memberikan ancaman di saat jam sekolah. Kasus pemilik pondok pesantren yang melecehkan 13 santriwati berusia 13 – 17 tahun di Bandung sampai korbannya hamil dan melahirkan.

Dari data tersebut, tim prophetic parenting menyampaikan bahwa salah satu faktornya adalah kurangnya kepekaan individu terhadap perilaku yang salah di lingkungan sosial. Sehingga dibutuhkan kepekaan sosial yang tinggi agar mengurangi perilaku salah (kasus) di pondok pesantren.

“Kami ingin membuat program psikoedukasi pola asuh Rasulullah SAW yang dikombinasikan dengan kehidupan nyata, sehingga setiap individu mudah dalam mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari”, ungkap Iim Imas Kamis (12/10/2023).

Mereka telah melakukan uji coba dan diskusi pendampingan kegiatan PKM yang telah diselenggarakan oleh Unissula. Pelaksanaan program psioedukasi prophetic parenting ini telah dilakukan di pondok pesantren Al Burhan Semarang. Selain itu, tim juga sedang mengajukan HKI (Hak Kekayaan Intelektual) dari modul Kepekaan Sosial. Harapannya kebergunaan modul ini bisa dipelajari dan diterapkan oleh masyarakat. she

You Might Also Like

Dosen Kedokteran Unissula Sosialisasikan Aplikasi Posyandu Berbasis Android
Prodi Pariwisata USM Gelar Pelatihan Table Manner
Ilkom Unissula dan Wardah Ajak Wanita Pahami Kecantikan
Yayasan Jantung Indonesia Kota Semarang Lantik 1 IPKJS dan 25 Klub Jantung Sehat
Arsitektur Untag Semarang Gelar Pameran Tugas Akhir “Sarggavas Exibhition”
TAGGED:Psikoedukasi RasulullahPsikologi Unissula
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?