DEMAK (Jatengdaily.com)- Tak hanya masuk dalam daftar potensi kebencanaan daerah, rob atau air pasang laut juga dikhawatirkan bakal mempengaruhi iklim investasi di Kabupaten Demak. Maka itu pemerintah daerah pun didesak segera melakukan penanganan serius, agar para investor tak berpindah ke wilayah lain yang bebas dari kepungan rob.
Hal ini terungkap pada Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Demak 2024 yang digelar Bappelitbangda Kabupaten Demak secara luring dan daring, Rabu (1/2/2023).
Tak hanya Plt Kepala Bappelitbangda Kabupaten Demak Masbahatun Niamah yang menyampaikan rob masuk dalam daftar potensi kebencanaan daerah di samping banjir, puting beliung dan kebakaran. Sekda Demak Akhmad Sugiharto pun menyebutkan rob telah menggenangi puluhan desa pesisir di empat kecamatan.
Kondisi yang semakin parah pada kurun sepuluh tahun terakhir itu, memunculkan sejumlah kekhawatiran. Salah satunya seperti disampaikan Kharis dari Kadin Kabupaten Demak, yang menyebutkan rob mulai menyentuh kawasan industri di Sayung. Sehingga jika dibiarkan, atau tidak segera dilakukan penanganan serius, tidak menutup kemungkinan para investor akan meninggalkan Kota Wali.
“Bisa jadi para investor nantinya pindah ke daerah yang aman dari rob, dengan UMK yang jauh lebih rendah dari Demak. Maka itu kami harapkan ada perhatian serius pemerintah dalam mengatasinya,” ujarnya.
Baca juga: Sebanyak 16.900 ASN, TNI, Polri Segera Pindah ke IKN, Pemerintah Siapkan 47 Apartemen
Mengenai hal itu, Sekda Akhmad Sugiharto menjelaskan, Pemda telah berkoordinasi dengan BBWS di samping juga pemerintah pusat. Sebab normalisasi sungai juga dibutuhkan, selain pembangunan tanggul laut.
“Namun lebih penting dari itu, peran serta segenap elemen masyarakat juga dibutuhkan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak mendirikan bangunan di bantaran sungai menuju muara khususnya. Sebab hal itu sedikit banyak mempengaruhi kelancaran proses normalisasi sungai,” urainya.
Di sisi lain, Bupati dr Hj Eisti’anah menambahkan, FKP Ranwal RKPD Kabupaten Demak menuturkan, adalahsbalah satu tahapan yang harus dilaksanakan dalam rangkaian penyusunan perencanaan pembangunan daerah. Arahan, sasaran dan prioritas pembangunan daerah dipaparkan dengan harapan mendapatkan masukan dan saran penyempurnaan baik dari perangkat daerah maupun para pemangku kepentingan.
“Sesuai RPJMD 2024, Kabupaten Demak mengusung tema pembangunan ‘Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Peningkatan Daya Saing Ekonomi Berbasis Ekonomi Lokal’. Tema tersebut diangkat sesuai sesuai kebutuhan daerah, yaitu meningkatkan taraf hidup kesejahteraan masyarakat. Meningkatkan pendapatan masyarakat menjadi fokus, sebagai upaya menekan angka kemiskinan,” kata bupati.
Hadir pada kegiatan tersebut, Wabup KH Ali Makhsun. Di samping pula Ketua DPRD Kabupaten Demak HS Fahrudin Bisri Slamet. Serta para kepala OPD, Ormas, dan stake holder terkait sebagai peserta. rie-she


