By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Sesepuh Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus Pimpin Doa Ma’had Tahfidz di MAJT
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Sesepuh Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus Pimpin Doa Ma’had Tahfidz di MAJT

Last updated: 2 Januari 2023 21:32 21:32
Jatengdaily.com
Published: 2 Januari 2023 20:27
Share
KH M Ulil Albab Arwani Al-Hafidz menyerahkan tumpeng kepada KH Noor Ahmad disaksikan Ketua Baznas Jateng KH Ahmad Darodji dan KH Dzikron Abdulahan. Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Menjelang dibukanya Pondok pesantren (Ponpes) tahfidz Al-Qur’an Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang digagas antara pimpinan MAJT bersama Baznas Jateng melakukan khataman dan doa ma’had Tahfidz. Kegiatan ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh KH M Ulil Albab Arwani Al-Hafidz dan doa dipimpin oleh KH KH Dzikron Abdullahan, di aula MAJT, Selasa (02/01/2023).

Hadir Ketua Baznas Jateng, Dr KH Ahmad Darodji MSi, Ketua PP MAJT Prof Dr KH Noor Ahmad MA, sesepuh Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus, KH M Ulil Albab Arwani Al-Hafidz, pengurus PP MAJT dan Baznas Jateng, serta sejumlah santri Tahfidz Al-Qur’an.

Ketua Baznas Jateng, KH Ahmad Darodji mengatakan, pesantren Tahfidz Al-Qur’an akan dibuka pada 16 Januari 2023 ini. Diharapkan masing-masing kabupaten/kota mengirimkan minimal satu santrinya untuk didik menjadi penghafal Al-Qur’an di Pesantren Tahfidz Al-Qur’an (penghafal Al-Qur’an) di Kompleks Masjid Agung Jawa Tengah.

”Kadang-kadang ketika shalat di masjid ada imam yang bacaannya kurang fasih, juga lagunya kedengaran memelas. Oleh karena itu Pesantren Tahfidz Qur’an kerja sama Baznas dan MAJT ini diharapkan mampu mengangkat derajat imam shalat dan mencetak generasi penghafal Qur’an,” ujar KH Darodji.

Para santri penghafal Qur’an itu juga diharapkan mampu menjaga Qur’an dengan baik. Misalnya, lanjut KH Darodji, kita dan masyarakat awam tidak tahu jika ada Al-Qur’an yang salah cetak. Namun berkat kejelian para santri penghafal Qur’an, kesalahan bisa diketahui melalui para santri Tahfidz tersebut.

Menurut KH Darodji, peran Baznas di Pesantren Tahfidz membantu pembiayaan para santri. Misalnya, biaya bulanan ditanggung oleh Baznas kabupaten/kota. Sedangkan operasional, misalnya honor gurunya akan dipikul bersama MAJT, dan Baznas Jateng akan membiayai SPP melalui beasiswa Baznas saat kuliah di universitas terbuka.

Sementara Ketua PP MAJT, Prof Dr Noor Ahmad MA mengatakan, target yang akan dicapai dalam pendirian Pessantren Tahfidz Al-Qur’an ini diharapkan bisa mencetak santri penghafal dan fasih membaca Al-Qur’an sebanyak-banyaknya. Setiap tahun minimal dua orang yang akan dikembalikan ke daerah untuk menjadi imam masjid di daerah masing-masing.

”MAJT nantinya juga akan menggalang kerja sama secara nasional, para santri hafiz Qur’an kita kirim ke sejumlah daerah di Indonesia yang membutuhkan. Bahkan akan menjalin kerja sama dengan luar negeri. Tahun ini saja MAJT akan mengirim dua imam shalat ke luar negeri, karena memang permintaan imam shalat dari luar negeri banyak yang membutuhkan,” ujar KH Noor Ahmad.

Pesantren yang didirikan PP Masjid Agung Jawa Tengah dan Baznas Jawa Tengah, menargetkan jumlah santri di tahun awal sebanyak 72 orang. Dalam perjanjian kerja sama disepakati, para santri diupayakan ditahun pertama sebanyak 70 orang, berasal dari daerah-daerah di Jawa Tengah yang rekrutmennya dilaksanakan oleh Baznas kabupaten/kota. Setiap Baznas diharapkan dapat mengirim minimal satu santri.

Operasional Pesantren ini, tambahnya, akan ditopang oleh ketiga pihak, yakni PP MAJT, Baznas Provinsi Jawa Tengah dan Baznas kabupaten/kota. Mekanisme yang dirancang antara PP MAJT dan Baznas Provinsi akan disosialisasikan kepada Baznas kabupaten/kota.

Kewajiban PP MAJT membiayai pembangunan revonasi asrama yang representatif untuk para santri meliputi ruang belajar mengajar, kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang makan, dan lain-lain, dengan dana awal sebesar Rp565.000.000. Selain itu PP MAJT bertanggung jawab dalam hal pengadaan kiai/pengasuh Tahfidz, penyelenggaraan proses belajar mengajar tahfidz, pengelolaan/manajemen serta sarana pendukung lain yang diperlukan.

Pihak Baznas Jawa Tengah dengan batas kewenangannya mendukung melalui bantuan pentasarufan dana zakat untuk pesantren Tahfidz Al-Qur’an sebagai asnaf badan hukum fi sabillah, berupa biaya operasional rutin sebesar Rp. 30.000.000 per bulan.st

 

You Might Also Like

Beredar Video Napi Mesum di Lapas, Kemenkumham Jateng Telusuri dan Bakal Cek Lokasi
Bareskrim Polri Bidik Ribuan Aplikasi Pinjol Ilegal Yang Rugikan Warga
Peredaran Narkoba Banyak Dikendalikan darI Lapas
Pemkab Karanganyar Hibahkan Lahan 10 Hektar untuk Pengembangan UIN Surakarta
Keuskupan Indonesia Kagumi Persaudaraan MAJT
TAGGED:Baznas JatengDoa Ma'had TahfidzDua Sesepuh Pesantren Yanbu’ul Qur’an KudusMAJT
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?