SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang kembali menambah dua guru besar, dengan dikukuhkannya Prof Drs Yosep Bambang Margono Slamet MSi, MA, Ph.D dan Prof Dr Dra Rini Werdiningsih MS. Prosesi pengukuhan profesor dilaksanakan di aula Kampus FBB Untag Semarang, Rabu (20/12/2023).
Kepala LLDikti Wilayah VI Jateng, Bhimo Widyo Andoko, SH., MH mendorong Untag akan lebih maju dengan bertambahnya dua profesor baru. Untag sebagai perguruan tinggi yang memiliki sejarah panjang di Jateng, diharapkan mampu menjadi contoh nyata pemberlakuan kebijakan kemendikbudristek. ”Semoga bertambahnya profesor menjadi pemantik bagi Untag semakin dikenal di kancah nasional, bahkan internasional,” tegas dia.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof Yosep Bambang yang juga Dekan FBB Untag ini menekankan bahwa membaca karya sastra akan membuat kita menjadi bangsa yang humanis dan cerdas secara budaya. Karya sastra juga membuat anak belajar bahasa dengan baik dalam arti bisa menggunakan setiap kata dengan benar dan bisa menulis kalimat dengan benar.
”Dengan membaca karya sastra dapat menyiapkan anak untuk mampu membaca dengan baik dan menjadi kutu buku. Artinya, kita berinvestasi untuk masa depan yang gemilang bagi negeri ini,” tutur Prof Drs Yosep Bambang Margono Slamet saat Pidato Ilmiah pada Pengukuhan sebagai Profesor Bidang Ilmu Bahasa, Sastra dan Budaya.
Yosep Bambang menuturkan, karya sastra mengandung nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan dan oleh karenanya perlu dibaca oleh anak-anak sejak dini.Orang tua dan guru memiliki posisi strategis untuk meningkatkan minat baca anak.
”Karya sastra merupakan cermin dan jendela, sebagai cermin, karya sastra membuat orang bisa melihat dirinya sendiri mana yang penting, apa yang penting, siapa sebenarnya kita, sebagai jendela, karya sastra membuat kita bisa memahami, menghargai, dan menghormati orang lain,” ujarnya.
Namun sayang, imbuhnya, dengan literasi di Indonesia yang masih rendah diperlukan political will yang kuat dari pemerintah untuk meningkatkan minat baca dalam bentuk peraturan atau undang-undang dan dalam bentuk dana.
Sedangkan Prof Dr Dra Rini Werdiningsih sebagai Profesor Bidang Ilmu Administrasi Pendidikan dalam pidato ilmiahnya mengungkapkan, pendidikan karakter tangguh dan berintegritas dapat mengantisipasi terjadinya tindak pidana korupsi.
”Diperlukan kolaborasi keluarga dan sekolah dalam menanamkan antikorupsi melalui partisipasi sosial,” jelasnya.
Rektor Untag Semarang, Prof Dr Drs Suparno MSi mengatakan, dengan dikukuhkannya dua profesor, secara keseluruhan Untag Semarang memiliki 12 profesor dan akan bertambah lagi karena beberapa dosen sedang berproses dalam pengajuan Profesor di LLDIKTI dan di Jakarta.
Dia optimistis sampai akhir tahun 2025, Untag akan memiliki paling tidak 15 orang Profesor. Dengan bertambahnya Profesor ini akan semakin meningkatkan peran dan fungsi Untag Semarang, karena sebagai bagian dari masyarakat, perguruan tinggi turut memegang peran keberlangsungan peradaban bangsa. Oleh karena itu karya-karya nyata seorang Profesor sangat ditunggu bagi pengembangan lembaga dan kesejahteraan masyarakat luas,” terangnya.St


