By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Integrasi Stakeholder di Desa Gempolan Karanganyar Dibutuhkan untuk Optimalkan Potensi Lokal
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

Integrasi Stakeholder di Desa Gempolan Karanganyar Dibutuhkan untuk Optimalkan Potensi Lokal

Last updated: 1 November 2024 17:08 17:08
Jatengdaily.com
Published: 1 November 2024 15:47
Share
Tim P3M Undip optimalkan potensi lokal melalui integrasi stakeholder di Desa Gempolan. Foto: dok
SHARE

KARANGANYAR (Jatengdaily.com) – Tim Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melakukan pengabdian di Desa Gempolan di Karanganyar

Pada tahun ini, tim P3M mengembangkan dengan konsep integrasi stakeholder untuk mengembangkan potensi lokal menuju Desa Wisata Gempolan yang berkelanjutan dan berdaya saing. Tim ini beranggotakan Dr. Ing. Wakhidah Kurniawati, S.T., M.T., Dr. Mussadun, S.T., M.Si., Retno Susanti, S.T., M.T., dan Meutia Amirotun.

Retno Susanti mengatakan, Desa Gempolan memiliki potensi seperti komoditas durian, festival durian, potensi wisata alam dan buatan, tersedianya fasilitas penunjang, keberadaan Waduk Gondang, serta perkebunan karet sebagai wisata penunjang agrowisata. Namun, terdapat beberapa permasalahan seperti belum maksimalnya produk olahan dan hasil agrowisata, aksesibilitas yang belum memadai pada Agrowisata Segandu, belum adanya rencana pengembangan hingga belum terjalinnya kerja sama dengan BBWS dan PTPN IX.

”Oleh karena itu, dipilih tiga fokus pengembangan yakni pengembangan potensi lokal, penguatan kolaborasi antar stakeholder, dan peningkatan promosi wisata,” jelas Retno Susanti.

Retno Susanti mengatakan bahwa pelaksanaan P3M di Karanganyar ini merupakan tahun kedua. Pada tahun ini lebih berfokus pada penguatan stakeholder untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Pengabdian ini dilakukan melalui diskusi bersama pihak desa untuk penentuan rencana pengembangan kedepannya.

Dalam mencapai konsep pengembangan yang telah disusun, terdapat emmpat rencana pengembangan wisata antara lain Pengembangan Agrowisata Segandu, Peningkatan sektor pertanian, Pengembangan UMKM, dan Pengoptimalan Prasarana Wisata. Kritik dan saran yang berkaitan tentang keberjalanan rencana pengembangan nantinya dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) sendiri, diadakan tanggal 8 Oktober 2024 yang dihadiri oleh perangkat desa, tim pengabdian Undip, POKDARWIS, BUMDes. she

 

You Might Also Like

Wagub Harapkan JQH Bantu Pemahaman Alquran Secara Utuh
Transformasi Digital di Kelurahan Rowosari, Iptek Bagi Desa Binaan Undip Libatkan KKN Tematik
Unit Kemahasiswaan USM Gelar Halalbihalal
Menjaga Warisan Ulama, Keragaman Pemikiran MUI Menjadi ‘Super Tim’ Penguat Bangsa
Delapan Parpol Ini Lolos DPR Hasil Pemilu 2024
TAGGED:Integrasi Stakeholder di Desa Gempolan KaranganyarTim P3M Undip Gempolan Karanganyar
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?