KARANGANYAR (Jatengdaily.com) – Tim Program Penguatan Kapasitas Ormawa (PPKO) RMC Fakultas Farmasi UMS menjalin kerja sama dengan Desa Dukuh, Karanganyar. Kerja sama ini sebagai perwujudan pengembangan kapasitas Ormawa RMC serta upaya pengembangan desa melalui beberapa program yang telah disusun bersama.
Salah satu program tersebut adalah Konservasi Toga yang terletak di Dusun Gemawang. Program Konservasi merupakan perwujudan optimalisasi sumber daya alam Desa Dukuh berupa ketersediaan lahan yang cukup luas dan ketersediaan toga di desa. Konservasi ini berkolaborasi dengan Bumdes dan Pemerintah Desa Dukuh dalam hal persiapan, pembangunan, serta keberlanjutan.
Pembangunan Konservasi Toga pada musim kemarau dan pada lahan nonproduktif tentunya menjadi tantangan tersendiri. Namun, memanfaatkan tekanan air dari embung desa sebagai sistem air kincir pada lahan menjadi solusi dari permasalahan ini.
“Tanaman Toga biasanya ditanam pada awal musim penghujan karena ketersediaan air yang melimpah, namun apabila ingin ditanam di musim kemarau dapat menggunakan sistem air kincir agar ketersediaan air dapat terpenuhi” ungkap Kepala Desa Dukuh, Suwanto SPd.
Tim PPKO RMC dan masyarakat Desa Dukuh memerlukan waktu kurang lebih 20 hari untuk mengelola lahan, mempersiapkan media tanam, dan pembuatan pagar yang mana semua bahan yang diperlukan berasal dari Desa Dukuh. Waktu yang diperlukan cukup lama karena lahan yang digunakan adalah lahan non produktif yang memiliki tanah cukup keras dan penuh dengan alang alang.
Oleh karena itu, perlu waktu dalam pengelolaan lahan seperti pembasahan lahan, pembajakan lahan, pembuatan gundukan, dan pemupukan agar tanah siap untuk ditanami. Selain itu, tim PPKO RMC mendesaian lahan tidak hanya bisa ditanami tetapi juga memiliki nilai estetika penunjang melalui pembuatan pagar dan papan nama toga agar memudahkan masyarakat belajar melalui Konservasi Toga ini.
Pada Minggu (27/8) setelah persiapan lahan selesai, tim PPKO RMC bersama dengan Pemerintah Desa Dukuh, Bumdes Desa Dukuh, PKK Desa Dukuh, Karangtaruna Bhakti Karya, serta masyarakat Desa Dukuh mengadakan penanaman dan peresmian Konservasi Toga. Penanaman dan peresmian ini dilakukan pada dua lahan Konservasi Toga.
Terdapat 22 jenis toga dan masing masing jenis terdiri dari kurang lebih 20 bibit. Setelah peresmian Konservasi Toga, dilanjutkan dengan acara kuis dengan masyarakat sebagai cara penyampaian materi pengenalan toga yang interaktif kepada masyarakat. Kuis ini berhadiah bibit toga kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan minat masyrakat untuk belajar mengenai Toga.
Melalui Konservasi Toga ini, Khalisa selaku ketua Tim PPKO RMC berharap program ini bisa menjawab permasalahan lahan dan SDA yang ada di Desa Dukuh dan bisa menjadi program berkelanjutan yang bermanfaat untuk Desa Dukuh. “Konservasi ini semoga bisa memberikan solusi serta menjadi program keberlanjutan bagi desa” imbuhnya
Afif, selaku ketua Bumdes Desa Dukuh memberikan respons positif terhadap pembangunan Konservasi Toga ini. “Konservasi Toga ini merupakan hal baru yang dibawa mahasiswa ke desa ini, sebelumnya mahasiswa hanya membuat program dan hilang ketika sudah ditinggalkan, namun Konservasi Toga ini bisa menjadi cikal bakal program berkelanjutan dan akan saya sandingkan dengan program bumi perkemahan yang lokasinya tidak jauh dari lahan Konservasi Toga” ungkapnya
Respons positif juga disampaikan oleh Suwanto selaku Kepala Desa Dukuh saat musyawarah dengan tim PPKO RMC. “Program Konservasi Toga ini merupakan program yang sangat bagus, saya berharap program ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan kebermanfaatan bagi kita semua” tandasnya. St


