in

Tuntaskan 7 Program Prioritas, Kemenag Jateng Perkenalkan Gerakan ‘Merah Marun’

Kakanwil Kemenag Jateng, Musta'in Ahmad .

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Sebagai implementasi tujuh program prioritas Kementerian Agama (Kemenag RI), Kanwil Kemenag Jateng terus berupaya mendorong kepada pucuk pimpinan Kemenag di daerah Jawa Tengah menuntaskan Tujuh Program Prioritas, yang dicanangkan Kemenag, sebelum masa kepemimpinannya berakhir.

”Program yang digulirkan Menag Yaqut Cholil Qoumas itu, diyakininya akan membuahkan hasil yang baik. Musta’in yakin, akan muncul kerukunan dan harmoni di antara umat beragama. Saat ini kondisi moderasi beragama di Jateng sudah sangat baik. Forum kerukunan Umat Beragama (FKUB) pun juga berjalan efektif. Banyak FKUB di Jateng yang mendapatkan penghargaan, atas terjaganya kerukunan antarumat beragama di provinsi ini,” tegas Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Dr H Musta’in Ahmad SH MH, Senin (18/12).

Sebagaimana diketahui, Menag Yaqut Cholil Qoumas, telah menginstruksikan jajarannya, untuk menuntaskan Tujuh Program Prioritas, yang dicanangkan Kemenag, sebelum masa kepemimpinannya berakhir.

”Kita bertugas di Kemenag harus meninggalkan warisan yang bagus. Tentu yang utama adalah Tujuh Program Prioritas Kemenag. Ini harus kita kawal betul,” pesan Menag Yaqut.

Hingga menjelang akhir tahun 2023 ini, Kemenag memang memiliki tujuh program prioritas, yaitu Penguatan Moderasi Beragama, Transformasi Digital, Revitalisasi KUA, Kemandirian Pesantren, Cyber Islamic University, Religiosity Index, dan Tahun Kerukunan Umat Beragama.

Menag Yaqut kemudian mengambil contoh Program Revitalisasi KUA. Menurutnya, KUA perlu memiliki citra sebagai tempat pelayanan semua agama, bukan hanya satu agama saja. Karena saat ini masih terkesan hanya milik umat Islam saja.

”KUA itu adalah etalasenya Kemenag di daerah. Saya harapkan revitalisasi KUA ini dapat berjalan lebih baik, dan bisa menerima semua agama,” ujarnya.

Terkait Transformasi Digital, Menag meminta supaya akhir tahun ini pelayanan di semua Kemenag, sudah terdigitalisasi dengan baik. Seluruh pelayanan harus ada dalam satu platform yang terintergrasi, mulai dari zakat, pernikahan, sertifikasi halal, hingga haji.

Dia berharap, setidaknya akhir tahun ini digitalisasi harus sudah selesai. Meski digitalisasi layanan ini sudah berjalan cukup baik, tetapi menurutnya masih ada beberapa permasalahan yang harus dipecahkan. Dan itu solusinya adalah koordinasi yang baik antar-unit kerja.

Dan atas dasar itu, Kakanwil Musta’in Ahmad pun berupaya keras untuk mewujudkannya di wilayah satuan kerjanya. Program ini dimulai dengan menyasar KUA yang ada di kabupaten/kota di Jateng.
”Yang pertama dilakukan yakni, pencanangan enam KUA model di KUA Banjarnegara, pada 2021 lalu. Program ini dilakukan demi mewujudkan KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang prima, kredibel, dan moderat, guna meningkatkan kualitas umat beragama,” ujar Musta’in.

Disampaikan dia, Revitalisasi KUA yang dilakukannya ini, dipastikan didukung dengan revolusi paradigma, mental, perbaikan layanan, dan percepatan. ”Tujuan Revitalisasi KUA ini, guna meningkatkan kualitas kehidupan antarumat beragama, meningkatkan program dan layanan keagamaan kepada masyarakat. Kami juga berharap, bisa meningkatkan kapasitas kelembagaan KUA sebagai pusat layanan keagamaan dan memperkuat peran KUA dalam mengelola kehidupan keberagamaan,” papar Musta’in.

Untuk pencapaian revitalisasi yang sudah dilakukan di Jateng, ada 149 KUA. Perinciannya, jumlah fasilitator sebanyak 145 Orang, bimbingan calon Pengantin 11.723 pasangan, bimbingan remaja usia sekolah 4.346 orang dan bimbingan remaja usia nikah 2.126 orang.

Program Merah Marun

Sedangkan untuk penguatan moderasi beragama, dijadikan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan antarumat. Disebutkan Musta’in, moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama, dengan mengejawantahkan esensi ajaran agama.
”Di antaranya melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum, yang berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa,” ungkap dia.

Berdasarkan hal itu, program yang dikenalkan yakni, gerakan Merah Marun (Menyemai Ramah untuk Masyarakat Rukun). Gerakan itu merupakan upaya pelembagaan dan peningkatan partisipasi publik, dalam Kerukunan Umat Beragama (KUB), dengan pembentukan Seksi KUB di kepengurusan RT dan RW.

Saat ini Desa Kerukunan ada di 19 daerah, sejak 2017-2022. Lalu dicanangkan pula Kampung Moderasi Beragama, Kampung Sadar Kerukunan, Kampung Bebas Narkoba dan Kampung Zakat.
Hal lain yang menjadi perhatiannya yakni, indikator keberagaman yang moderat. Musta’in berharap, antarumat ramah menerima tradisi dan budaya lokal. Selain itu juga, menjaga perilaku keagamaannya, dan tidak bertentangan dengan pokok ajaran agama yang dianutnya.

”Untuk hal itu, prestasi yang dicapai yakni, indeks kerukunan di Jateng telah meningkat dari 74,28 pada 2022, menjadi 77,90 di tahun 2023. Artinya, kerukunan antarumat di Jateng telah berjalan dengan baik,” tutur dia lagi.

Sederet catatan kerja dan prestasi yang dicapainya itu, Kemenag memberikan apresiasinya terhadap program, kegiatan, dan kepedulian pemeliharaan kerukunan antarumat beragama yang dilakukan pemerintah daerah, FKUB, dan masyarakat tahun 2021 melalui Harmony Award.

Capaian prestasi Nasional yang didapat untuk Kategori Respons Cepat Terhadap Dinamika Kerukunan Umat Beragama diraih, Bupati Jepara, FKUB Jepara dan FKUB Provinsi Jateng.
Sedangkan Prestasi Nasional untuk Kategori Program/Kegiatan Kerukunan Umat Beragama Inovatif diperoleh Gubernur Jateng, Wali Kota Semarang, FKUB Semarang, dan FKUB Kabupaten Klaten. St

Written by Jatengdaily.com

Pujian Gus Iqdam ke Atikoh Ganjar; Masih Muda dan Tawadhu’

Gelar Rakernas di Semarang, APPSI Hadirkan Mendag Zulhas dan Prabowo Subianto