in

Untag Semarang Cetak Mediator Nonhakim Bersertifikat Batch 17

Usai menerima sertifikat mediator non hakim, para peserta foto bersama Rektor Untag Semarang Prof. Suparno dan Prof. Retno Mawarini selaku Directure Untag Mediasi Center, di kampus Untag Semarang belum lama ini.Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)  – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang mencetak 40 mediator nonhakim pada pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Mediator Bersertifikat Batch 17. Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan profesi, yaitu mahasiswa, advokat, Notaris, dokter, polisi, TNI, PNS, perbankan, kepala Desa dan masyarakat umum.

Pelatihan berlangsung selama empat hari (40 jam), pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 18, 19, 25 dan 26 Nopember 2023, yang diselenggarakan di Untag Mediasi Center, Jl. Pawiyatan Luhur Semarang.

Rektor Untag Prof. Dr. Drs. Suparno, MSi. dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan pendidikan dan pelatihan mediator bersertifikat ke 17 ini telah diselenggarakan oleh Untag secara mandiri. Hal ini dikarenakan Untag sudah terakreditasi oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 229/ KMA/SK/2020, sehingga secara legalitas dan formalitas dinyatakan sah sebagai lembaga untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan mediator bersertifikat.

Menurutnya perolehan akreditasi dari Mahkamah Agung ini perlu disyukuri, karena untuk mendapatkan akreditasi tersebut tidaklah mudah. Hal itu bisa dilihat pada laman MARI, dimana Untag tercantum pada urutan ke 8 dari 21 lembaga yang memiliki legalitas untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan mediator bersertifikat di seluruh Indonesia.

Dengan diadakannya pelatihan mediator tersebut, diharapkan para peserta dapat menjadi mediator yang handal, baik diluar pengadilan maupun di lingkungan pengadilan sebagai mediator non hakim.

Acara pelatihan dibuka oleh Ketua Pengadilan Negeri Semarang Dr. Frida Ariyani, SH. MHum, yang dalam sambutannya dia telah mengapresiasi kepada Untag yang sudah mendapatkan legalitas dari Mahkamah Agung untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan mediator bersertifikat.
Selanjutnya dia menghimbau agar Untag dapat menjaga akreditasi yang sudah dimiliki.

Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta pelatihan mediator bersertifikat, mengingat kebutuhan tenaga mediator yang handal dan memiliki sertifikat oleh lembaga yang terakreditasi dari Mahakamah Agung sangatlah dibutuhkan dalam menyelesaikan sengketa yang terjadi, baik di lingkungan masyarakat, instansi, bahkan menjadi mediator non hakim di Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Agama, atau membuka praktek kantor mediator bersertifikat di berbagai daerah di Indonesia.

Sementara Direktur Mediasi Untag Center Prof. Dr. Retno Mawarini, SH. MHum dalam keterangannya mengatakan bahwa untuk menjaga keberlanjutan akreditasi yang diberikan oleh Mahlamah Agung, maka Untag selalu konsisten dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan mediator bersertifikat ini, yang dalam setahun telah diselenggarakan lebih dari dua kali pelatihan.

Untuk mendukung keberlanjutan pelatihan tersebut, disamping Untag menyelenggarakan secara mandiri, juga membuka diri untuk bekerjasama dengan instansi lain, terakhir bekerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional (PPNI) Cabang Jawa Tengah.

Disamping itu, untuk menjaga kualitas lulusan pesertanya, maka Untag juga menghadirkan para pengajar yang berkompeten di bidangnya, baik dari Hakim Mahkamah Agung, para akademisi (Guru Besar) maupun para praktisi. Dengan demikian diharapkan akan muncul mediator mediator profesional yang andal. ungkapnya. St

Written by Jatengdaily.com

Mengurai Paradoks: Kualitas Pembangunan Manusia dan Kerawanan Pemilu di Jawa Tengah

Wibowo Prasetyo: Era Teknologi Digital Indonesia Butuh Pemimpin Bervisi Strategis