By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Waspadai, Campak Didominasi Anak di Bawah 5 Tahun & Tingkatkan Resiko Infeksi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Waspadai, Campak Didominasi Anak di Bawah 5 Tahun & Tingkatkan Resiko Infeksi

Last updated: 21 Januari 2023 05:54 05:54
Jatengdaily.com
Published: 21 Januari 2023 05:54
Share
Campak. Foto: kemenkes
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan campak yang jumlahnya meningkat drastis didominasi oleh kalangan anak-anak. Namun, ditemukan juga pada orang dewasa, meski jumlahnya tidak signifikan.

“Didominasi anak di bawah 5 tahun,” ungkap Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, dilansir dari laman Humas Polri, Sabtu (21/1/2023).

Menurutnyam hingga hari ini status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak hanya terjadi di 12 Provinsi.

“Yang KLB hanya 12 provinsi, bukan 31,” jelas Nadia.

Ia merinci, 12 provinsi itu adalah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, Jambi, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Namun, hanya 34 kabupaten/kota di provinsi tersebut yang dinyatakan KLB campak.

Tingkatkan Infeksi
Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan anak yang terkena campak, sangat berisiko meningkatkan infeksi lantaran turunnya kekebalan tubuh.

Ketua Unit Kerja Koordinasi Penyakit Infeksi Tropik IDAI Dr. dr. Anggraini Alam, SpA(K) mengatakan, “Tentunya pada anak-anak yang tidak divaksin terjadilah lupa akan daya tahan tubuh. Itu berlangsung cukup lama sehingga kekebalan atau memori kita terhadap penyakit itu bisa lupa apabila terinfeksi campak,” ujar dr. Anggraini dilansir dari laman Humas Polri.

dr. Anggraini pun mengingatkan para orangtua untuk tidak menyepelekan penyakit campak. Sebab, dapat menyebabkan komplikasi yang berujung kematian.

“Komplikasi campak itu ke mana-mana. Mulai dari mata, jantung, paling sering pneumonia, kemudian mulutnya luka belum lagi dia ada diarenya. Kalau dia gizi buruk karena diare ini urusannya kematian,” kata dr. Anggraini

Berdasarkan catatan IDAI, kasus konfirmasi campak melonjak hingga 32 kali lipat pada 2022 dibanding 2021. dr. Anggraini menyebut, hal ini terjadi karena menurunnya vaksin campak, sebagai efek adanya pandemi Covid-19.

“Yang terkonfirmasi lab darahnya betul-betul campak, bayangkan dari tahun 2021 ke 2023 peningkatannya adalah lebih 30 kali lipat. Artinya memang bukan main,” kata dr. Anggraini. she

You Might Also Like

Vaksinasi di Demak Tahap 2, Pedagang Keliling Target Prioritas
Tenggelam di Embung Krobogan Boyolali, Alfaris Ditemukan Sudah Meninggal
Pembuktian Ramadhan Sananta, Usai Skuat Garuda Muda Bungkam Myanmar di SEA Games 2023
Kabar Gembira, Tunjangan Insentif Guru Madrasah Bukan PNS Bisa Dicairkan
IOH Catatkan Pertumbuhan Pelanggan dan Pengguna 4G di Regional Central and West Java
TAGGED:CampakCampak Didominasi Anak di Bawah 5 Tahun
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?