By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Waspadai, El Nino Pengaruhi Naiknya Kasus DBD
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Waspadai, El Nino Pengaruhi Naiknya Kasus DBD

Last updated: 13 Juni 2023 05:38 05:38
Jatengdaily.com
Published: 13 Juni 2023 05:38
Share
ilustrasi nyamuk. Foto: pixabay.com
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprediksi kasus demam berdarah atau DBD yang tergolong Neglected Tropical Deseases (NTD) akan semakin meningkat di tahun ini.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Imran Pambudi mengatakan hal ini dipengaruhi oleh fenomena El Nino dan IOD Positif yang berbarengan.

“Kalau dilihat jumlah kasus pada tahun 1968, maka kita lihat polanya kasus-kasusnya tinggi akan terjadi pada saat adanya El Nino,” ujar Imran dilansir dari laman PMJNews, Selaa (13/6/2023).

Mencermati fenomena El Nino di masa lampau, lanjut Imran, kondisi serupa di tahun ini menyebabkan suhu yang meningkat. Berdasarkan penelitian, nyamuk akan semakin ganas saat berada di suhu yang lebih panas.

“Jadi frekuensi dia menggigit anak meningkat 3-5 kali lipat di atas 30 derajat. Tahun ini kita harus waspada karena kita sekarang masuk ke El Nino,” tuturnya.

Menurut Imran, kondisi akan diperparah dengan kondisi air yang sulit dan genangan yang tidak tersalurkan. Alhasil, saat kondisi nyamuk lebih ganas dan makin berkembang biak, kejadian bisa lebih masif.

“Mungkin seminggu sekali atau 3-4 hari hujan. Ada tampungan air di ban bekas, di kaleng, di sampah, ini jadi breeding place,” ucapnya.

Seperti diketahui, melansir dari laman resmi bmkg, El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia. Singkatnya, El Nino memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum. she

You Might Also Like

Pencarian Hari Terakhir Longsor Banjarnegara, 5 Korban Kembali Ditemukan, 11 Masih Hilang
Kepala LLDikti VI Jateng: USM Akan go National dan go International
Mobil Listrik Pertama Indonesia Diluncurkan
Polisi Selidiki Dugaan Keterlibatan Eks Menkominfo di Kasus Judi Online
Peserta Persari Wisata Edukasi di Pusdik Penerbad Semarang
TAGGED:el ninoEl Nino Pengaruhi Naiknya Kasus DBD
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?