By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Badan POM Sebut Suplemen Kesehatan Tidak Boleh Dikonsumsi Anak Terus Menerus, Ini Alasannya
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Badan POM Sebut Suplemen Kesehatan Tidak Boleh Dikonsumsi Anak Terus Menerus, Ini Alasannya

Last updated: 28 Februari 2024 04:19 04:19
Jatengdaily.com
Published: 28 Februari 2024 09:00
Share
ILustrasi. Foto: Pixabay.com
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Keterlambatan perkembangan anak saat ini masih menjadi masalah serius di banyak negara, termasuk Indonesia. Pengetahuan orang tua dalam penggunaan suplemen kesehatan yang tepat menjadi salah satu kunci keberhasilan tumbuh kembang anak.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM Mohammad Kashuri mengatakan pada dasarnya suplemen kesehatan bukan untuk mengobati, tapi sifatnya membantu.

Hal tersebut disampaikannya saat Webinar bertajuk “Perlukah Suplemen Kesehatan Pada Tumbuh Kembang Anak?” dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang penanganan tumbuh kembang anak yang dikaitkan dengan penggunaan suplemen kesehatan.

“Suplemen kesehatan tidak boleh dikonsumsi terus-menerus karena beban organ vital kita ada kapasitasnya, sehingga butuh konsultasi pada ahlinya,” kata Kashuri seperti yang dikutip InfoPublik Rabu (28/2/2024).

Dokter Spesialis Anak dr. Ariani Dewi Widodo mengatakan pertumbuhan anak minimal sekali memerlukan nutrisi yang cukup, kesehatan, rasa aman, dan stimulasi yang tepat sesuai usianya. Stunting bukan hanya soal tinggi dan pendek, tapi perkembangan otaknya juga.

Ia menggambarkan akibat kondisi anak yang stunting, yaitu perkembangan otak yang kurang baik, sehingga IQ rendah, mudah terserang penyakit karena sistem imunnya juga melemah, serta tingkat kematian anak yang stunting pun lebih tinggi.

“Kondisi stunting menyebabkan akibat yang terus bergulir dan kondisi yang semakin berat. Anak yang stunting akan menjadi dewasa yang bermasalah dan dia akan membesarkan anak-anak yang stunting juga,” kata dr. Ariani.

Seorang influenser Tasya Kamila mengatakan pemberian suplemen kesehatan harus dalam prinsip kehati-hatian dan tidak ada jalan instan karena pertumbuhan dan perkembangan yang optimal bukan hanya dari nutrisi saja, tapi dari kasih sayang juga.

“Untuk pemilihan suplemen, pastikan Cek KLIK dulu. Lalu apakah sesuai dengan kebutuhan si kecil dan konsultasikan juga ke tenaga ahli kesehatan supaya kita bisa dapatkan manfaat yang optimal dari suplementasi tersebut,” kata Tasya. she 

You Might Also Like

Lokasi Penambangan Ilegal di Grobogan dan Pati Diamankan, Pelakunya Ditangkap Polda Jateng
Pemerintah Kembali Datangkan 1,2 Juta Dosis Vaksin Pfizer
Mensos Jamin Keperluan Korban Tanah Longsor di Natuna Terpenuhi
Magister Hukum Untag Ikuti World Congress Medical Law di Australia
Semua Guru Honorer Berpeluang jadi P3K Tahun 2021
TAGGED:Badan POMsuplemen kesehatan
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?