in ,

Degradasi Petani di Kabupaten Pemalang

Oleh: Nur Yulianto
Statistisi di BPS Kabupaten Pemalang

BADAN Pusat Statistik Kabupaten Pemalang melakukan rilis Hasil Sensus Pertanian 2023 Tahap I dalam Upaya Penyebarluasan hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian 2023. Dari rilis yang disampaikan memberikan gambaran mengenai kondisi usaha pertanian Kabupaten Pemalang tahun 2023 menurut subsektor dan beberapa informasi strategis di sektor pertanian yang menjadi sektor unggulan di Kabupaten Pemalang dengan kontribusi sebesar 26 persen.

Serapan tenaga kerja di sektor pertanian sebesar 24 persen dari jumlah penduduk yang bekerja di Kabupaten Pemalang. Jumlah usaha pertanian di Kabupaten Pemalang tercatat sebanyak 118.344 unit yang terdiri dari 118.325 unit Usaha Pertanian Perorangan (UTP), 9 unit Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum (UPB), dan 10 unit Usaha Pertanian Lainnya (UTL). Usaha pertanian Kabupaten Pemalang didominasi oleh Usaha Tani Perorangan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pemalang.

Kondisi usaha pertanian tahun 2023 menurut subsektor dan beberapa informasi strategis di sektor pertanian yang mencakup tujuh subsektor, yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, dan jasa pertanian. Dengan adanya data yang di hasilkan dalam Sensus Pertanian 2023 ini , kita bisa menyandingkan dengan hasil Sensus Pertanian yang sudah dilaksanakan sebelumnya , yaitu Sensus Pertanian tahun 2013 dan Sensus Pertanian tahun 2003 untuk melihat perkembangan Sektor Pertanian dalam dua puluh tahun terakhir.

Rumah tangga Usaha Pertanian (RTUP) adalah Rumah tangga yang memelihara/menguasai/melakukan kegiatan pertanian dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya untuk dijual/ditukar (khusus tanaman pangan termasuk yang seluruhnya dikonsumsi sendiri) . Data Rumah tangga Usaha Pertanian pada tahun 2023 adalah 115.494 RTUP , prosentasenya menurun apabila di bandingkan dengan data Sensus Pertanian 2013 sebesar 13,96 persen dan bila dibandingkan dengan data Sensus Pertanian 2003 mengalami penurunan sebesar 43,24 persen .

Rumah tangga Usaha Pertanian Pengguna Lahan Sensus Pertanian 2023 sebanyak 112.492 Rumah tangga mengalami penurunan sebesar 15.55 persen dari hasil data Sensus Pertanian 2013 dan mengalami penurunan juga apabila dibandingkan dengan Sensus Pertanian 2003 sebesar 43.73 persen. Jumlah Petani Gurem sebanyak 89.631 Petani , mengalami penurunan sebesar 12.61 persen dibandingkan Jumlah Petani gurem pada Sensus Pertanian Tahun 2013 . Penurunan semakin tajam apabila di bandingkan dengan Data Sensus Pertanian 2003 yaitu sebesar 47.71 persen.

Jumlah Rumah tangga Usaha Pertanian per Subsektor menurut Sensus Pertanian 2023 sebagian besar mengalami penurunan jumlahnya apabila di bandingkan dengan Hasil Pendataan Sensus Pertanian 2013, hanya di Subsektor Perikanan yang mengalami Peningkatan jumlahnya. Prosentase Penurunan terbesar terjadi pada Subsektor Perkebunan dan Subsektor Kehutanan, sedangkan prosentase terkecil terjadi pada Subsektor pertanian tanaman pangan yang didominasi oleh komoditas Padi dan Palawija.

Jika ditinjau menurut kelompok umur, hasil ST2023 menunjukkan bahwa usaha pertanian perorangan lebih banyak dikelola oleh petani yang berusia di atas 45 tahun atau sekitar 76,73 persen dari seluruh pengelola usaha pertanian perorangan di Pemalang sedangkan persentase kaum muda berusia kurang dari 25 tahun yang menjadi pengelola pertanian hanya sebesar 0,58 persen. Hasil ST2023 menunjukkan bahwa RTUP di Kabupaten Pemalang mayoritas memiliki kepala rumah tangga dengan rentang umur 55–64 tahun (29,83 persen).

Jika ditinjau lebih dalam, sekitar 77,21 persen RTUP di Pemalang memiliki kepala rumah tangga dengan umur 45 tahun ke atas, sedangkan sisanya yaitu sekitar 22,79 persen memiliki kepala rumah tangga dengan umur dibawah 45 tahun. Fenomena semakin menuanya petani dan semakin menurunnya minat tenaga kerja muda di sektor pertanian mengakibatkan perubahan struktur demografi yang kurang menguntungkan bagi sektor pertanian, yaitu petani berusia lebih dari 45 tahun jumlahnya semakin meningkat, sementara tenaga kerja usia muda semakin berkurang.

Berdasarkan hasil analisis terhadap data Sensus Pertanian 2003, 2013 dan 2023 di Kabupaten Pemalang , dapat disimpulkan bahwa tenaga kerja pertanian didominasi tenaga kerja usia lebih dari 45 tahun, tenagakerja usia kurang dari 45 tahun jumlahnya tidak banyak dan cenderung merosot dibandingkan 20 tahun sebelumnya.

Demikian pula berdasarkan komposisi pekerja sektor pertanian berdasarkan usia telah mengalami pergeseran yang menunjukkan semakin berkurangnya tenaga kerja muda disektor pertanian. Data tersebut menunjukkan bahwa selama dua puluh tahun terakhir , jumlah petani usia di bawah 45 tahun mengalami penurunan relatif tajam, sementara yang tergolong usia diatas 45 tahun semakin meningkat.

Data petani milenial dapat menjadi salah satu indikator tingkat regenerasi di sektor pertanian serta menunjukkan pemanfaatan teknologi digital yang diharapkan dapat menciptakan pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan. Jumlah petani milenial berumur 19–39 tahun, baik menggunakan maupun tidak menggunakan teknologi digital, ada sebanyak 15.807 orang atau 13,36 persen dari total petani di Pemalang yang sebanyak 118.325 orang. Sementara itu, petani milenial yang berumur lebih dari 39 tahun dan menggunakan teknologi digital sebanyak 55.292 orang (46,73 persen ) dan petani yang berumur kurang dari 19 tahun dan menggunakan teknologi digital sebanyak 12 orang (0,01 persen ) Berdasarkan jenis kelaminnya, petani milenial masih didominasi oleh laki-laki yaitu sebesar 84,61 persen dari total petani milenial.

Struktur Ekonomi Kabupaten Pemalang selama 10 tahun terakhir yang di dominasi oleh Aktivitas Pertanian mengalami penurunan tetapi sektor yang lain setiap tahun mengalami kenaikan pertumbuhan sehingga dimungkinkan di tahun tahun yang akan datang share terbesar dari Struktur ekonomi Pemalang akan bergeser ke sektor yang lain .

Analisis lanjutan dari PDRB tahun 2022 di katakan Empat kontribusi terbesar lapangan Usaha di kabupaten Pemalang adalah Sektor Pertanian sebesar 26,49 persen , Sektor industri Pengolahan sebesar 21,96 persen , Sektor Perdagangan sebesar 15,31 persen dan Sektor Akomodasi sebesar 5,58 persen . Perbandingan Persentase Tenaga Kerja Sektor Pertanian tahun 2012 sebesar 40,06 persen dengan tahun 2022 sebesar 27,73 persen mengalami penurunan sebesar 12,33 persen dan Presentase Nilai tambah Bruto (NTB) sektor Pertanian tahun 2012 sebesar 28,03 persen menurun dibandingkan dengan persentase tahun 2022 yang sebesar 26,49 persen.

Kondisi Ketenagakerjaan per sektor pada Perekonomian Pemalang tahun 2012 dan 2022 terjadi kesenjangan antara persentase tenaga kerja dan persentase Nilai tambah Bruto sektor 2022 menurun dibandingkan tahun 2012.

Dengan melihat data yang di hasilkan dari Sensus Pertanian , pertumbuhan Share berbagai lapangan Usaha non pertanian pada PDRB Kab. Pemalang yang semakin meningkat dalam struktur Perekonomian kabupaten Pemalang dan Kesempatan Kerja di sektor non pertanian juga meningkat dari waktu ke waktu ditambah menurunnya minat tenaga kerja muda di sektor pertanian dikarenakan citra sektor pertanian yang kurang bergengsi, kurang bisa memberikan imbalan memadai dan penguasaan rata-rata penguasaan lahan usaha tani relatif sempit.

Kemungkinan besar dimasa mendatang Petani di Kabupaten Pemalang akan terus mengalami penurunan dan Dominasi Sektor Pertanian di Perekonomian Pemalang akan bergeser ke Sektor yang lain. Jatengdaily.com-yds

Written by Jatengdaily.com

Jateng Antisipasi Rabies pada 226 Anjing Selundupan dari Jabar

Penanganan Bencana Tanah Longsor di Banjarnegara, BNPB Serahkan Bantuan