in

Gaji UMK Bisa Punya Rumah Impian Berkat KPR BTN

Kawasan rumah subsidi di daerah Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Foto: Siti KH

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Ari Wibowo seorang bapak muda berusia 30 tahun, nampak sedang mengawasi tukang di rumahnya. ”Ya, ini hanya menambah sedikit-sedikit saja pada bagian dapur,” jelas Ari, sapaan akrabnya, Kamis (22/2/2024).

Ari mengatakan, dirinya sangat senang saat ini karena telah bisa memiliki rumah sendiri. Rumah yang telah dia impikan dengan sang istri, Deni (28 tahun). Apalagi kini, pasangan muda ini telah dikarunia seorang anak laki-laki berusia dua tahun oleh Tuhan. Jadi lengkap kebahagiaan mereka.

Ari mengambil (membeli) rumah subsidi di Perumahan Kotakita, Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Menurutnya, baru dua bulan ini membayar angsurannya. Rumah impian tersebut memang telah diimpikan sejak lama untuk bisa mandiri dan hidup membangun keluarga kecilnya.

Ari mengatakan berasal dari Kota Salatiga, dan saat ini bekerja di Kota Semarang di salah satu toko roti. ”Gaji saya standar Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK), dan rumah ini rumah subsidi. Kemudian, saya ajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank BTN),” jelasnya.

Adapun menurut Ari, rumah subsidinya ini seharga Rp 162 Juta. Rumah tersebut berukuran luas bangunanya 30 meter persegi dengan luas tanahnya 60 meter persegi. Ada dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu dan dapur. Ideal bagi keluarga muda.

Menurut Ari, sedangkan gajinya UMK Kota Semarang dan ditambah tunjangan lain-lain, berkisar menerima Rp 4 juta-an setiap bulannya.

Seperti diketahui, jika melihat Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 561 / 57 Tahun 2023 tanggal 30 November 2023, dan berlaku mulai 1 Januari 2024 UMK Kota Semarang sebesar Rp 3.243.969.

Menurut Ari, karena dirinya tidak punya uang kontan, maka di KPR-kan ke BTN. Dia saat itu memiliki tabungan Rp 30 juta.

”Dengan uang tabungan yang Rp 30 juta sebagai uang muka, maka sisanya saya bayar pakai KPR BTN, per bulannya saya nyicil Rp 1,1 juta (satu juta seratus ribu), dengan pembayaran selama 20 tahun,” katanya yang mengambil rumah di Blok B di kawasan tersebut ini.

Menurut Ari, KPR BTN sangat membantu dirinya mewujudkan impiannya mendapatkan rumah. ”Prosesnya saat itu sangat mudah. Hanya menunjukkan slip gaji, Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), BPJS Kesehatan. Yang jelas saya sangat bersyukur,” jelasnya diamini sang istri.

Selain itu, ada juga Indah (40 tahun) yang mengambil rumah di kompleks yang sama dengan Ari, lewat KPR BTN. Hanya saja Indah mengatakan, kalau dirinya saat mengambil rumah memiliki uang tabungan Rp 15 juta. Maka, sisanya dia membayar Rp 1,25 juta (satu juta dua ratus limapuluh ribu) per bulannya dengan jangka waktu pembayaran selama 15 tahun. Indah pegawai swasta dengan gaji UMK, dan suaminya pegawai di sebuah klinik.

Cerita lain terkait kemudahan memiliki rumah lewat KPR BTN datang dari Winda (41 tahun). Menurut Winda, dia mengambil KPR BTN untuk rumahnya di Graha Merdeka Regency, Tlogomulyo, Kota Semarang, dan di tahun 2024 ini sudah 14 tahun mengangsur dengan jangka pembayaran lunas 15 tahun.

”KPR BTN membuat kepemilikan rumah saya lancar. Nyaman, tidak ada kesulitan dalam pembayaran. Bahkan saat krisis Covid-19, BTN memberi waktu kesempatan pemulihan kondisi keuangan nasabah,” jelasnya terpisah.

Sebagai perbankan yang telah berusia 74 tahun, Bank BTN terus berkomitmen dan fokus di sektor pembiayaan perumahan lewat KPR BTN. Foto: Siti KH

Ingat KPR, Ingat BTN
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank BTN) memang memiliki produk andalan salah satunya KPR BTN.

Sebagai perbankan yang telah berusia 74 tahun, Bank BTN terus berkomitmen dan fokus di sektor pembiayaan perumahan. Bank BTN menjadi bagian dari solusi untuk menjawab tantangan terkait penyediaan rumah bagi masyarakat Indonesia.

Program ini tentunya bertujuan untuk memberikan akses lebih mudah kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian yang layak, mengingat rumah termasuk kebutuhan yang harus dipenuhi warga.

Konsumer Lending Unit Subsidi BTN Kantor Cabang Semarang, Muhammad Rizqo Ridwan membenarkan jika proses kepemilikan rumah subsidi lewat KPR BTN sangat mudah.

Untuk pengajuan akad kredit rumah subsidi sesuai kemampuan membayar dari pembeli. Dimana sebelumnya pembeli harus mengajukan sejumlah berkas. Diantaranya, slip gaji maksimal Rp 8 juta untuk dua orang (suami dan istri), untuk single maksimal Rp 7 juta, sedangkan untuk slip gaji adalah minimal Rp 2,3 juta.

Calon pembeli juga tercatat tidak memiliki KPR lain, namun rumah pertama yang diajukan. Selain itu tidak punya catatat buruk terkait tanggungan di bank lain. Untuk uang muka minimal 1 persen dari harga.

Rumah subsidi yang akan dibeli juga sudah siap alias sudah dibangun dan ready dengan legalitas lengkap, dari pengembangnya. Untuk kategori rumah subsidi, harga maskimalnya Rp 166 juta dengan tipe rumah maksimal 36. Begitu juga kelengkapan si pemohon, seperti KK, KTP dan surat penunjang lainnya yang harus dilengkapi untuk akad.

Minat masyarakat untuk memiliki rumah saat ini memang tinggi, dan KPR BTN menjadi solusi masyarakat untuk mendapatkan pembiayaan rumah dengan mudah dan terjangkau.

Menurutnya, selama setahun dirinya rata-rata melakukan akad kredit 2.500 rumah di wilayah kerjanya, yang meliputi Semarang, Kendal, Demak, dan Salatiga. Siti KH

 

Written by Jatengdaily.com

Bank Jateng Bersama PT Sandana dan PERSI Jawa Tengah Bersinergi Kembangkan Bisnis Jasa Kesehatan

Kecelakaan KA Brantas Vs Trailer di Madukoro Semarang, Sopir Truk Dijatuhi Pidana Hukuman 5 Bulan Penjara