By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Genjot Program Urban Farming, Cara Pemkot Semarang Menekan Inflasi dan Jaga Ketahanan Pangan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Genjot Program Urban Farming, Cara Pemkot Semarang Menekan Inflasi dan Jaga Ketahanan Pangan

Last updated: 4 Maret 2024 20:09 20:09
Jatengdaily.com
Published: 4 Maret 2024 19:55
Share
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat memimpin kegiatan tanam cabai dan panen selada dalam Gerakan Tanam Cabai Serentak di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Senin (4/3/2024). Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus mendukung pemerintah pusat dalam upaya menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi. Salah satunya dengan menggalakkan program urban farming.

Bahkan, Pemkot Semarang telah terlebih dahulu menggaungkan gerakan tanam cabai lewat program Tancab Bang Tani (Tanam Cabai dan Bawang untuk Tekan Inflasi) sejak Oktober 2023 lalu. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tak risau jika terjadi lonjakan harga pangan, khususnya cabai. Apalagi jelang Ramadan dan Idul Fitri, harga cabai dan kebutuhan pangan lainnya akan meningkat harganya.

“Hari ini bertepatan dengan peringatan Hari Kesatuan dan Gerak PKK ke-52 Tahun 2024 secara nasional, tim Penggerak PKK melakukan zoom meeting dengan Ibu Negara, Iriana Joko Widodo dalam melakukan gerakan tanam cabai serentak,” ujar Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menghadiri Gerakan Tanam Cabai Serentak di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Senin (4/3/2024).

Baca Juga: Sebulan di Pengungsian, Warga Karanganyar Demak Kembali ke Rumah

“Alhamdulillah Kota Semarang sudah dari Oktober tahun 2023 lalu memulai program gerakan yang kami beri nama Tancab Bang Tani (Tanam Cabai dan Bawang untuk menekan Inflasi-red). Ini salah satu gerakan yang dilakukan Pemerintah Kota semarang untuk menjaga ketahanan pangan dan menekan inflasi,” sebut Mbak Ita, sapaannya.

Tak hanya menanam cabai serentak, dalam kegiatan tersebut juga berlangsung panen selada hijau. “Selada ini dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Namun jika ada lebih, dikirim juga ke restoran, hotel, dan pusat-pusat kuliner di Semarang yang membutuhkan tentunya,” kata dia.

Menurutnya, ibu-ibu khususnya di tim penggerak PKK sebagai bagian dalam keluarga yang memiliki peran paling dalam rumah tangga, bisa pula mendapatkan uang tambahan dengan program urban farming ini. Apalagi jika bisa memanfaatkan lahan tak produktif di sekitar rumahnya.

“Saya minta Dinas Pertanian mengumpulkan ibu-ibu, memberi pelatihan dan mengajak berkebun, bercocok tanam. Sehingga bisa menghasilkan pundi-pundi uang, minimal mencukupi kebutuhan dapur. Ini yang harus disosialisasikan lebih intens,” ujarnya.

Untuk lahan pertaniannya, Mbak Ita mendorong agar masyarakat memanfaatkan lahan tidur atau lahan tak produktif di sekitar rumah. Selanjutnya, Mbak Ita juga meminta ketua Tim Penggerak PKK di kelurahan dan kecamatan agar memberikan pelatihan langsung ke masyarakat. Mereka akan memperoleh pelatihan terlebih dahulu, kemudian bisa diimplementasikan kepada lingkungannya.

“Hal ini bertujuan agar masyarakat bisa mandiri, dan tentunya ketahanan pangan Kota Semarang bisa terjaga serta bisa membantu negara dalam upaya menekan laju inflasi,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur mengatakan, saat ini sudah ada 415 kelompok tani dan kelompok wanita tani yang terdaftar di Pemkot Semarang. Mereka terlibat dalam program urban farming, dengan memanfaatkan lahan di sekitar lingkungan mereka.

“Semua tanah atau lahan yang ada meski terbatas, di semua tempat bisa dijadikan untuk kegiatan urban farming. Misalnya pekarangan rumah, tabulampot (tanaman buah dalam pot-red), aquakultur, dan sebagainya. Kami juga melibatkan pengurus Tim Penggerak PKK di kelurahan maupun kecamatan untuk terus mensosialisasikan program urban farming ini,” katanya.St

You Might Also Like

Buktikan Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, SIG Catatkan Zero Fatality pada 2025
Latih Kewirausahaan Mahasiswa, ITB Semarang Gelar Workshop
Angkat UMKM Kota Semarang, Hendi Targetkan Sejumlah Kerja Sama
Wahana Escape Room De Javu di Lawang Sewu Tawarkan Tantangan Yang Bernuansa Sejarah
Semarakkan Ramadan, Ratusan Napi Lapas Semarang Ikuti Pesantren Kilat
TAGGED:Cara Pemkot Semarangdan Jaga Ketahanan PangaGenjot Program Urban FarmingMenekan Inflasi
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?