in

Sebulan di Pengungsian, Warga Karanganyar Demak Kembali ke Rumah

Jajaran Dirjen Perhubungan Udara dan UPBU Dewandaru Karimunjawa saat menyerahkan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak banjir di Karanganyar kepada Bupati Demak dr Hj Eisti'anah SE, yang hadir didampingi Sekda H Akhmad Sugiharto ST MT. Foto : sari jati

DEMAK (Jatengdaily.com)- Setelah kurang lebih satu bulan di pengungsian, belasan ribu warga terdampak banjir di Karanganyar mulai kembali ke rumah masing-masing. Sambil terus melakukan pendampingan, upaya revitalisasi ekonomi masyarakat pun dilakukan Pemkab Demak, di samping perbaikkan infrastruktur.

Usai menerima bantuan logistik dan pelengkapan sekolah anak bagi warga terdampak banjir dari Dirjen Perhubungan Udara dan Kantor UPBU Dewandaru Karimunjawa di Posko Terpadu Penanganan Darurat Bencana Banjir Kabupaten Demak 2024, Bupati Demak dr Hj Eisti’anah SE didampingi Sekda H Akhmad Sugiharto ST MT menjelaskan, nyaris sebulan pasca banjir jebol tanggul Sungai Wulan pada 8 Februari 2024, kondisi pemukiman sejumlah kawasan yang sempat terendam banjir hingga lebih dari 2 meter sudah kembali normal.

“Ini berkat dukungan banyak pihak yang telah membantu kami, mulai dari perbaikan tanggul jebol hingga membersihkan lumpur maupun sampah yang menggunung. Maka terimakasih tak terhingga kami sampaikan, karena bencana banjir terbesar yang pernah melanda Demak ini tidak bisa ditangani sendiri oleh Pemkab Demak,” kata bupati, Senin (04/03/2024).

Sebab selain bagian tanggul yang jebol di dua titik itu cukup luas, menurut bupati, dibutuhkan banyak pompa berkapasitas besar untuk membuang genangan banjir bandang siklus 100 tahunan itu. Berkat bantuan pompa dari BNPB dan Kementerian PUPR, genangan banjir tertangani. Pun berkat sinergitas lintas sektoral, upaya pembersihan lingkungan pasca-banjir selesai. Sehingga masyarakat bisa kembali ke rumah mereka.

“Tindakan kami berikutnya adalah merevitalisasi perekonomian rakyat dan melanjutkan perbaikan infrastruktur. Tentunya dengan mengkomunikasikannya kepada pemerintah pusat, seperti Kementerian PUPR dan Pertanian,” imbuh bupati.

Salah satunya upaya normalisasi Sivon Gajah, yang selama ini disebut sebagai penyebab genangan banjir di kawasan Karanganyar sulit hanyut ke muara laut. Serta bantuan bibit, pupuk, dan alat mesin pertanian (alsintan). Sebab sebagian besar warga terdampak banjir yang melanda Kecamatan Karanganyar, serta sebagian Gajah dan Mijen bermatapencaharian petani. rie-she

Written by Jatengdaily.com

Vitalitas Karya Sastra; Energi Tak Terbatas bagi Perempuan Pengarang

Genjot Program Urban Farming, Cara Pemkot Semarang Menekan Inflasi dan Jaga Ketahanan Pangan