By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Kasus TBC di Indonesia Meningkat hingga 77 Persen
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kasus TBC di Indonesia Meningkat hingga 77 Persen

Last updated: 25 Maret 2024 14:43 14:43
Jatengdaily.com
Published: 25 Maret 2024 15:00
Share
Ilustrasi. Foto: halodok
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)-  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan, penemuan kasus tuberkulosis (TBC) meningkat pada 2023 hingga 77 persen. Peningkatan itu sebesar 820.789 kasus, dengan penemuan TBC pada anak 134.528 kasus.

Global TB Report 2023 melaporkan, Indonesia menjadi negara kedua tertinggi kasus TB setelah India dengan estimasi sebanyak 1.060.000 kasus.

“Penemuan kasus itu bagus karena pemerintah dapat segera mengobati mereka dan mereka dapat segera diobati. Supaya tidak menyebarkan ke orang lain,” ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes dr. Imran Pambudi dalam keterangan resmi, Senin (25/3/24).

Adapun penanggulangan TBC di Indonesia tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021. Dalam perpres dibahas pengaturan dan strategi penanggulangan TBC.

“Satu-satunya negara yang memiliki perpres terkait tuberkulosis adalah Indonesia. Sebab, presiden mengatakan masalah TB tidak hanya masalah kesehatan, tetapi beberapa kementerian dan sektor juga harus mengambil tanggung jawab terkait hal ini,” jelas dr. Imran.

Dalam kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Paru Erlina Burhan menjelaskan, penyakit TBC dapat diobati dan dicegah melalui Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). “TPT itu adalah pengobatan yang diberikan kepada seseorang yang terinfeksi kuman Mycobacterium tuberculosis dan berisiko sakit TB,” ujar dr. Erlina.

Dampak TPT dalam eliminasi Tuberkulosis di antaranya mengurangi risiko TBC sebesar 24-86 persen pada seluruh populasi berisiko, termasuk yang terdiagnosis TBC laten.

“Mengurangi risiko TBC atau kematian akibat TBC pada pasien HIV yang rutin mengkonsumsi ARV hingga 60 persen. Pasien anak yang mengkonsumsi TPT mengurangi risiko TBC hingga 82 persen,” terang dr. Erlina.

Adapun ghejala yang biasa muncul pada penderita tuberkulosis pada paru-paru adalah, sebagai berikut:

  • Batuk terus menerus selama lebih dari tiga minggu
  • Batuk berdahak atau batuk dengan mengeluarkan darah
  • Nyeri pada perut.  she 

You Might Also Like

BPOM Semarang Bongkar Produk Kecantikan Ilegal di Jateng, Lima Tersangka Diamankan
Agar Liga 1 Bisa Jalan, Stakeholder Sepak Bola Harus Patuhi Aturan Polri di Piala Menpora
Resty Ananta: ‘Kenapa Tak Ingin Pergi Darimu?
Penting, Ibu-ibu Diajarkan Pengelolaan Keuangan Keluarga di Era Digital
Kunjungi Pasar Hamadi, Ganjar Disambut Suka Cita Warga dan Pedagang
TAGGED:Kasus TBCkemenkes
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?