By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kemenkes Pastikan Cacar Monyet dan Covid-19 Merupakan Dua Penyakit Yang Berbeda
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kemenkes Pastikan Cacar Monyet dan Covid-19 Merupakan Dua Penyakit Yang Berbeda

Last updated: 4 September 2024 08:36 08:36
Jatengdaily.com
Published: 4 September 2024 08:36
Share
Ilustrasi cacar monyet alias monkeypox. Foto: Pixabay.com
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluruskan kabar yang menyebut cacar monyet atau monkeypox (Mpox) disebabkan oleh efek samping dari vaksin Covid-19.

“Mpox dan Covid-19 adalah dua penyakit yang berbeda. Mpox sudah ada jauh sebelum munculnya Covid-19 dan vaksin Covid-19,” ujar Juru Bicara Kemenkes RI, Mohammad Syahril seperti dikutip dari Sehat Negeriku, Rabu (4/9/2024).

Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus Mpox pertama kali dilaporkan pada manusia di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970.

“Mpox sudah ada sejak lama dan endemik di beberapa negara di Afrika, seperti Afrika Selatan, Pantai Gading, Kongo, Nigeria, dan Uganda,” ucapnya.

Mpox atau dikenal sebagai cacar monyet, bukanlah penyakit baru. Penyakit ini sudah menjadi bagian dari sejarah kesehatan dunia selama lebih dari 50 tahun.

WHO bahkan telah menyatakan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC) untuk Mpox pada 23 Juli 2022, menyusul peningkatan kasus di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Pada tahun 2024, WHO kembali menyatakan Mpox sebagai PHEIC karena lonjakan kasus di Afrika Tengah dan Barat, terutama di Republik Demokratik Kongo. Kasus Mpox juga mulai dilaporkan di negara-negara lain di luar Afrika, sehingga menjadi perhatian global.

Ada dua jenis virus Mpox, yaitu Clade I dan Clade II. Pada tahun 2022-2023, wabah Mpox global disebabkan oleh strain Clade IIb. Saat ini, peningkatan kasus di Kongo dan beberapa negara lain disebabkan oleh Clade Ia dan Ib, yang memiliki manifestasi klinis lebih berat. she 

You Might Also Like

Edaran Idulfitri 1444 H, Menag: Jaga Ukhuwah, Toleran Sikapi Beda Awal Syawal
Biotek Farmasi Gandeng Driving Range The Club Gading Mas, Mengedukasi Masyarakat di Era Endemi
Tahun 2023 Tenaga Honorer Dihapus, Pemerintah Beri Kesempatan Mereka Tes CPNS dan PPPK
Tak Ada Masker N-95, Warga Dianjurkan Pakai Masker Kain
IIKKU Unissula Peduli Generasi Penerus Bangsa
TAGGED:Cacar MonyetCOVID-19Kemenkes Pastikan Cacar Monyet dan Covid-19 Merupakan Dua Penyakit Yang Berbeda
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?