DEMAK (Jatengdaily.com)- Bencana banjir di Kabupaten Demak telah menjadi perhatian nasional. Bahkan tak hanya Presiden RI Joko Widodo yang berkunjung, dua menteri yakni Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, serta pejabat-pejabat setara menteri antara lain Kepala BNPB Letjen TNI Suharyono, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati,dan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi turut hadir berusaha memulihkan kembali kondisi di Demak.
Sebab tak hanya sempat melumpuhkan jalur nasional Demak – Kudus, banjir setinggi dua meter lebih akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan hingga dua kali pada 8 Februari dan 13 Maret telah menciptakan trauma masyarakat. Di samping juga mengurangi pasokan pangan nasional, seiring terendamnya 17.000 hektar lebih areal persawahan, yang berpotensi menghasilkan 200.000 ton beras.
Seperti disampaikan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi saat pemberian bantuan pangan di Desa Ngaluran Kecamatan Karanganyar, musibah banjir yang melanda Kabupaten Demak telah membuat pihaknya khawatir. Karena Demak termasuk sebagai penyangga pangan nasional, dan dilaporkan ada sekitar 17.000 hektar areal persawahannya puso atau gagal panen akibat tergenang banjir.
“Demak banjir Bapanas juga ketar-ketir. Karena Demak termasuk sumber pangan terbaik. Maka ketika 17.000 hektar sawahnya terdampak, kita akan kehilangan 200.000 ton beras,” ujarnya, Minggu (24/03/2024).
Sementara sesuai instruksi Presiden Jokowi, lanjutnya, bantuan 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) se-Indonesia harus dilanjutkan sampai Juni 2024. “Sebanyak 35.000 KPM itu ada di Demak, sesuai perintah Presiden Jokowi, akan mendapatkan bantuan pangan setiap KK 10 kilogram sampai Juni,” imbuhnya.
Mengenai bantuan kemanusiaan total senilai Rp 581 juta lebih dari Bapanas dan para mitra kepada korban banjir di Jawa Tengah termasuk Kabupaten Demak diwujudkan dalam bentuk beras sebanyak 35,3 ton. Di samping pula komoditas pangan segar dan produk olahan siap saji.
Turut mendampingi Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi pada acara yang juga dihadiri PJ Gubernur Jateng Nana Sudjana itu, pimpinan mitra Bapanas. Antara lain Pinnwil Perum Bulog Jateng Sopran Kennedy dan Pinca KC Semarang Rendy Ardiansyah yang memberikan bantuan berupa lima ton beras premium.
“Walau tidak banyak tapi ini bentuk rasa sayang dan peduli kami untuk sedulur-sedulur di Demak. Maka itu Demak harus segera dipulihkan dari musibah banjir, demi ketahanan pangan nasional,” kata Arief Prasetyo Adi.
Sehubungan itu, Bupati Demak dr Hj Eisti’anah SE didampingi Sekda H Akhmad Sugiharto ST MT dan Kepala Dinas Pertanian H Agus Herawan SIP MSi menyampaikan banyak terimakasih. Berkat dukungan banyak pihak yang telah peduli dan bersinergi, kondisi pasca-banjir di Kabupaten Demak semakin membaik.
“Alhamdulillah setiap hari ada perkembangan semakin baik, tanggul yang jebol sudah tertangani. Utamanya penutupan tanggul jebol di Dukuh Norowito Desa Ketanjung Kecamatan Karanganyar, serta tanggul-tanggul tersier lainnya. Terimakasih untuk semua bantuan yang diberikan dan sangat membantu,” kata bupati.
Dua episode bencana banjir yang terjadi disebutnya sungguh membuat trauma warga terdampak. Terlebih banjir kedua hampir merata di 13 kecamatan dan 23.000 jiwa warga terpaksa mengungsi. Bahkan ASN harus wfh, karena pusat pemerintahan daerah di wilayah kota turut terendam. Bahkan sebagian didorong ke pengungsian untuk membantu para relawan dan petugas medis. rie-she
0



