By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Kepala BNPB Pastikan Penanganan Darurat Bencana Sukabumi Berjalan Optimal
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kepala BNPB Pastikan Penanganan Darurat Bencana Sukabumi Berjalan Optimal

Last updated: 7 Desember 2024 09:00 09:00
Jatengdaily.com
Published: 7 Desember 2024 09:00
Share
Kondisi Banjir di Kabupaten Sukabumi. Foto: dok. BPBD Kab Sukabumi.
SHARE

SUKABUMI (Jatengdaily.com)- Usai rangkaian kunjungan dari Gunung Lewotobi Laki-Laki, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto bertolak ke Sukabumi untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

Data sementara per Jumat (6/12/2024) pukul 09.00 WIB dilaporkan terdapat jumlah korban meninggal dunia menjadi total lima orang. Adapun data sementara korban meninggal dunia yakni, Aden Dafa, Ade Wahyu, Elma Ayunda, Sahroni, dan Dadang

Diketahui total lima korban meninggal dunia, empat diantaranya berasal dari Kecamatan Simpenan dan satu berasal dari Kecamatan Ciemas.

Selain itu, masih terdapat korban hilang sebanyak tujuh orang.

Berkaitan masih terdapat korban yang masih hilang, Suharyanto memerintahkan seluruh tim SAR gabungan untuk lebih mengoptimalkan operasi pencarian.

“Melihat dari laporan masih ada yang hilang, tolong tim SAR gabungan lebih mengoptimalkan operasi pencarian dilapangan, apabila diperlukan menggunakan alat berat, dipersilahkan,” kata Suharyanto dalam keteranganya, Jumat (6/12/2024) dilansir dari laman Infopublik.

Seperti diketahui, operasi pencarian memiliki golden time selama tujuh hari. Apabila dalam kurun waktu tersebut belum ditemukan juga, Suharyanto meminta pemerintah daerah setempat bersama tim SAR gabungan untuk segera menemui para ahli waris.

“Apabila masih belum ditemukan dalam kurun waktu tujuh hari, saya minta pemerintah daerah dan tim SAR gabungan untuk menemui para ahli waris, silahkan dimusyawarahkan, apabila para ahli waris masih menginginkan dicari, maka ya harus dicari terus, kita berusaha semaksimal mungkin,” tambah Suharyanto.

Upaya pembangunan jembatan darurat bailey juga terus diupayakan untuk membuka jalur mobilitas warga terdampak.

Suharyanto juga memerintahkan apabila tidak bisa diakses melalui kendaraan maka dicari alternatifnya.

“Dalam kondisi tanggap darurat, apabila akses jalan tidak bisa dilalui roda empat, maka gunakan roda dua, apabila roda dua tidak bisa, maka ditempuh jalan kaki, karena warga terdampak memerlukan bantuan logistik disana,” ujar Suharyanto.

Kunjungan Wakil Presiden

Sebagai bentuk respon cepat, kehadiran pemerintah dirasakan langsung oleh para warga terdampak bencana di wilayah Sukabumi. Hal ini terlihat dari raut wajah para pengungsi yang terlihat senang saat Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming berkunjung ke lokasi bencana di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (6/12/2024).

Kunjungan Wapres Gibran yang didampingi Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin dan Kepala BNPB Suharyanto melihat lokasi bencana tanah bergerak yang mengakibatkan rumah rusak dan memaksa warga mengungsi.

Hal ini sejalan dengan perintah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk bertindak cepat dan tanggap dalam menangani bencana.

Saat kunjungannya, Gibran menekankan pentingnya penanganan prioritas terhadap para pengungsi, termasuk penyediaan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, obat-obatan, dan tempat tinggal sementara.

Merujuk arahan tersebut, BNPB juga memerintahkan pemerintah daerah, unsur TNI-Polri dan seluruh relawan untuk bekerjasama bahu membahu dalam menangani bencana di Sukabumi. Sebab, bencana merupakan urusan bersama. she 

You Might Also Like

DPRD Setujui Relokasi Kantor Kelurahan Bergas Lor dan Ngempon
Puncak Arus Mudik Libur Nataru Diperkirakan 24 dan 28 Desember 2024
Akibat Perang Ukraina-Rusia Biaya Haji Jadi Naik
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kunjungi Petani Kopi di Banjarnegara
Shin Tae-yong Tingkatkan Performa Timnas Jelang Lawan Arab Saudi di Babak Kualifikasi Piala Dunia Besok
TAGGED:Penanganan Darurat Bencana Sukabumi
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?