By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kota Bumiayu bisa menjadi Ibu Kota Brebes Selatan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Gagasan

Kota Bumiayu bisa menjadi Ibu Kota Brebes Selatan

Last updated: 16 Agustus 2024 18:50 18:50
Jatengdaily.com
Published: 16 Agustus 2024 18:42
Share
SHARE

Oleh: Harimurti SST

Statistisi Ahli Muda BPS Kota Tegal

Aspirasi pembentukan Brebes Selatan ternyata sudah mendapat respons luas. Diketahui jika pembentukan Brebes Selatan itu bukan atas inisiatif pemerintah, melainkan usulan warga dan tokoh masyarakat setempat.

Organisasi Masyarakat yang ingin membentuk Brebes Selatan tergabung dalam Presidium pemekaran Kabupaten Brebes, yang menyatakan pembentukan Brebes Selatan sudah melengkapi semua persyaratan. Bahkan, persyaratan pembentukan kabupaten daerah otonomi baru atau DOB tersebut sudah diajukan ke DPRD Provinsi Jawa Tengah.

Brebes Selatan nantinya merupakan gabungan dari enam kecamatan yaitu Kecamatan Bumiayu yang juga direncanakan sebagai ibukota Brebes Selatan, kemudian Kecamatan Bantarkawung, Kecamatan Salem, Kecamatan Sirampog, Kecamatan Tonjong, dan Kecamatan Paguyangan.

Berdasarkan Jumlah Penduduk maka keenam kecamatan yang akan membentuk Brebes Selatan berjumlah 557.375 jiwa, terbagi pada enam kecamatan dengan masing-masing jumlah penduduk adalah Kecamatan Salem 65.085 jiwa, Kecamatan Bantarkawung 107.023 jiwa, Kecamatan Bumiayu 117.198 jiwa, kecamatan Paguyangan 116.496 jiwa, kecamatan Sirampog 72.008 jiwa dan Kecamatan Tonjong 79.565 jiwa.

Baca Juga: Pertamina UMK Academy Gelar Kopi Darat di 3 Kota Jateng dan DIY

Berdasarkan pendapatan domestik regional bruto atas dasar harga berlaku per kapita secara umum di Kabupaten Brebes jumlahnya sebesar 28,192 juta rupiah.

Dengan nilai PDRB ADHB perkapita tersebut maka Brebes Selatan akan mempunyai PDRB sebesar 15,71 triliun rupiah, jika PDRB atas dasar harga berlaku per kapita dikalikan jumlah penduduk yang akan menjadi Penduduk Brebes Selatan.

Penguat terbentuknya Brebes Selatan ke depan yaitu merupakan aspirasi masyarakat yang menginginkan pemekaran wilayah, dengan alasan, pertama Peningkatan Pelayanan Publik; Jarak yang jauh antara wilayah Brebes Selatan dengan pusat pemerintahan di Brebes Utara menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik yang efektif dan efisien.

Alasan kedua Ketimpangan Pembangunan; Brebes Selatan dinilai kurang berkembang dibandingkan dengan Brebes Utara. Dengan pemekaran, diharapkan pembangunan infrastruktur dan ekonomi lebih merata.

Alasan ketiga Aspirasi Kultural dan Sosial; Wilayah Brebes Selatan memiliki karakteristik sosial dan budaya yang berbeda dengan Brebes Utara, sehingga pemekaran dianggap sebagai cara untuk lebih mengakomodasi kebutuhan masyarakat setempat.

Alasan keempat Potensi Ekonomi; Brebes Selatan memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama di sektor pertanian, pariwisata, dan pertambangan. Pemekaran diharapkan dapat mengoptimalkan potensi ini untuk kesejahteraan masyarakat lokal.

Sumber pendapatan Brebes Selatan berasal dari sejumlah potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Beberapa potensi utama meliputi; pertama Pertanian dan Perkebunan, Brebes Selatan memiliki lahan yang subur, cocok untuk pengembangan pertanian, terutama untuk tanaman padi, jagung, dan sayuran. Selain itu, wilayah ini juga memiliki potensi perkebunan, seperti kopi dan cengkeh.

Kedua Pariwisata; Brebes Selatan kaya akan destinasi wisata alam, seperti pegunungan, air terjun, dan kawasan wisata lainnya. Misalnya, Agrowisata Kebun Teh Kaligua dan kawasan perbukitan di wilayah selatan Brebes memiliki daya tarik wisata yang tinggi.

Ketiga Sumber Daya Alam; Potensi pertambangan juga cukup besar di wilayah ini, terutama batu bara, kapur, dan sumber daya mineral lainnya yang bisa diolah untuk kebutuhan industri.

Keempat Industri Kreatif; Masyarakat Brebes Selatan memiliki potensi di bidang kerajinan tangan, kuliner khas, dan produk-produk lokal yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk pasar domestik maupun internasional. Kelima Peternakan; Potensi peternakan di Brebes Selatan cukup besar, dengan fokus pada peternakan sapi, kambing, dan unggas, yang dapat mendukung ketahanan pangan lokal.

Keenam Pengembangan Energi Terbarukan; Wilayah Brebes Selatan juga memiliki potensi untuk pengembangan energi terbarukan, seperti energi air dan tenaga surya, mengingat kondisi geografisnya yang mendukung.

Meskipun pemekaran wilayah masih membutuhkan persetujuan dari pemerintah pusat, tentunya aspirasi masyarakat secara luas menjadi pendorong terbentuknya Brebes Selatan.Jatengdaily.com-St

You Might Also Like

Pertanian Berbasis Pasar
Geliat Batik Pekalongan di Masa Pandemi
Siapa Mereka yang Miskin Ekstrem?
Resolusi Konflik Pesisir
Mungkinkah ASN Netral dalam Pemilu 2024?
TAGGED:bisa menjadi Ibu KotaBrebes SelatanKota Bumiayu
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?