in

Magister Kenotariatan Unissula Hadirkan Pakar Bahas Problematika PPAT dalam Pertemuan FKPS MKn PTS

Sekretaris Program Studi MKn Unissula Dr Achmad Arifullah mendampingi Dekan FH Dr Jawade Hafidz memberikan hadiah pemenang lomba Kenotariatan Tingkat Nasional 2024. Foto: siti

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Masih dalam rangkaian sebagai tuan rumah Lomba Kenotariatan Tingkat Nasional 2024 dan seminar nasional dalam Forum Kerjasama Program Studi Magister Kenotariatan Perguruan Tinggi Swasta (FKPS MKn PTS) se Indonesia, Magister Kenotariatan (MKn) Fakultas Hukum (FH), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menggelar seminar dan kuliah umum pada Sabtu (6/7/2024).

Sekretaris Program Studi MKn Unissula Dr Achmad Arifullah SH MH dalam sambutannya mengatakan, kuliah umum ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi mahasiswa MKn. ”Dalam kegiatan kali ini kita memang dalam rangkaian agenda, dimana MKn Unissula bekerjasama dengan FKPS MKn PTS dan Ikatan Notaris Indonesia (INI), melaksanakan kegiatan tahunan. Kami juga berharap kuliah umum ini untuk mahasiswa bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat,” jelasnya.

Hadir sebagai pembicara dalam kuliah umum yang bertajuk Problematika Pengangkatan PPAT dan Peningkatan Kualitas Calon PPAT dan Notaris, adalah Direktur Pengaturan Tanah Komunal Hubungan Kelembagaan dan PPAT Kementerian ATR/BPN Iskandar Syah SE MPA.

Direktur Pengaturan Tanah Komunal Hubungan Kelembagaan dan PPAT Kementerian ATR/BPN Iskandar Syah SE MPA. Foto: siti

Iskandar Syah mengatakan, salah satu problematika penyebaran notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) saat ini di Indonesia belum merata. Pasalnya, kebanyakan dari mereka ingin ditempatkan di kota-kota besar. Padahal jumlah PPAT ada 23.000 di Indonesia, cukup banyak. Dimana paling banyak jumlahnya, ada Kantor Pertanahan di Kabupaten Tangerang, Bogor, Bandung, Bekasi dan Tangerang Selatan. Yang paling rendah diantaranya, ada di Fak-Fak Papua. ”Dari sebaran data di seluruh provinsi, memang tidak merata. Kebanyakan di pusat kota, Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota besar. Ini salah satu kendala, bagaimana kementerian harus adil, masyarakat di Papua juga berhak mendapatkan layanan, jadi, bagaimana kita bisa mengangkat PPAT di Papua,” jelasnya.

”Saat ini yang kementerian lakukan, adalah coba menghitung formasi secara baik, dari kesuluruhan PPAT supaya fair, supaya masyarakat di seluruh Indonesia mendapat pelayanan PPAT. Tidak mungkin berjubel di kota besar. Kita melakukan keadialn bagi seluruh rakyat Indonesia. Termasuk juga yang kita lakukan, peningkatan kualitas bagi yang sudah lulus. Teman-teman yang sudah lulus kenotariatan dan ujian PPAT maka kita siapkan star ikut dalam pelayanan masyarakat. Mengingat peran PPAT sangat penting dalam membantu terkait pertanahan,” jelasnya.

Selain itu, kementerian juga terus meningkatkan kualitas PPAT. Tujuannya, menghasilkan PPAT yang berkualitas dan profesional yang paham dasar hukum dalam bekerja sesuai dengan UU yang berlaku di Tanah Air.

Proses menjadi PPAT menurut Iskandar Syah adalah, ujian, magang (enam bulan di kantor pertanahan dan enam bulan di kantor PPAT), ujian peningkatan kualitas, dan penempatan. ”Jadi, yang sudah menjadi notaris diharapkan akan lebih mudah menjadi PPAT, jika sudah meningkatkan kualitas,” jelasnya.

Hadir juga dalam kesempatan ini, Ketua FKPS MKN PTS Indonesia Dr Habib Adjie SH MHum, Ketua Umum PP Ikatan Notaris Indonesia (INI) Tri Firdaus Akbarsyah, dan Kasubdit Pengelolaan PPAT Rizal.

Sementara itu, usai kuliah umum, juga diumumkan para pemenang lomba kenotariatan tingkat nasional 2024, yang meliputi lomba kemahiran membuat akta, lomba debat hukum kenotariatan dan lomba membuat artikel karya ilmiah, yang diikuti mahasiswa kenotariatan PTS se Indonesia. she

 

Written by Jatengdaily.com

Bantu Selesaikan Problematika Masyarakat, Unissula Terjunkan Ribuan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik

Lantian Juan Kembali Sukses Rebut Juara Umum Seri Perdana Trial Game Dirt 2024