By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Marak Terapi Stem Cell, Waspadai Produk tidak Tersertifikasi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Marak Terapi Stem Cell, Waspadai Produk tidak Tersertifikasi

Last updated: 31 Agustus 2024 11:35 11:35
Jatengdaily.com
Published: 31 Agustus 2024 11:35
Share
: Direktur Regenic Stem Cell sekaligus Pakar Biomedik dr. Sandy Qlintang. Foto: Infopublik
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)-  Terapi stem cell atau sel punca merupakan pengobatan kesehatan di masa depan yang saat ini tengah marak dilakukan karena diyakini bermanfaat besar bagi kesehatan.

Meski demikian, perlu berhati-hati dengan maraknya peredaran produk stem cell dari luar negeri. Pasalnya, produk tersebut belum teruji kualitas dan keamanannya dibandingkan produksi dalam negeri.

Demikian disampaikan seorang Pakar Biomedik dr. Sandy Qlintang, M. Biomed  dilnsir dari laman resmi InfoPublik Sabtu  (31/8/2024).

Sandy yang juga Direktur Regenic Stem Cell menjelaskan bahwa stem cell yang aman dan berkualitas diproduksi oleh industri obat atau industri sejenis, karena stem cell merupakan bagian dari produk obat biologi. Kemudian, industri tersebut harus memiliki sertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

Kedua hal ini penting untuk memastikan keamanan dan keefektifan atau perbaikan yang diharapkan dalam terapi stem cell.

“Sebab, stem cell bekerja di dalam tubuh melalui bahan-bahan aktif yang dikeluarkannya, yakni secretome dan exosome, dengan tiga fungsi utamanya, yaitu sebagai antiperadangan, menyeimbangkan sistem imun, dan meregenerasi sel-sel tubuh di dalam tubuh,” kata dr. Sandy.

Menurut dr. Sandy, di pasaran saat ini beredar stem cell yang berasal dari luar negeri, diduga dari Jepang, yang berwarna merah dan belum teruji kualitas dan keamanannya. Masyarakat seringkali menyukai produk dari luar negeri. Padahal, produk luar tidak menjamin bahwa itu aman digunakan.

“Produk tersebut diduga berasal dari perusahaan yang belum memiliki sertifikasi dari badan kesehatan terkait. Bisa juga berasal dari perusahaan abal-abal. Dan ini berbahaya, karena bisa menimbulkan alergi,” katanya.

Terapi stem cell sendiri, tambahnya, adalah terapi yang diberikan dengan sel hidup, seharusnya diberikan melalui infus ke dalam tubuh kita supaya sel itu tetap hidup dan bisa bekerja. Sedangkan produk yang diklaim stem cell tetapi masuk ke dalam tubuh dengan cara diminum, baik berbentuk kapsul, tablet, atau bubuk, dapat dipastikan bukan stem cell.

“Untuk mengantisipasinya, pemerintah sudah mengeluarkan berbagai regulasi. Salah satunya dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2024 Tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan,” kata dr Sandy.

Dengan aturan itu, lanjutnya, pemerintah berharap stem cell produk dalam negeri menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Selain lebih murah, juga lebih terjamin kualitas dan keamanannya. Salah satu perusahaan yang memiliki fasilitas produksi stem cell di Indonesia adalah Regenic Stem Cell, salah satu anak perusahaan Kalbe Farma.

Dr Sandy menjelaskan, dengan adanya fasilitas produksi stem cell di dalam negeri, diharapkan Indonesia menjadi tujuan wisata medis. Selain hemat biaya, Indonesia bisa mendapatkan devisa atau pemasukan dari wisatawan luar negeri yang melakukan terapi stem cell.

“Apalagi dalam regulasi, negara lain tidak boleh menjual produk stem cell-nya langsung ke konsumen di Indonesia, tetapi harus melakukan investasi dengan membangun fasilitas produksi stem cell di dalam negeri,” jelasnya.

Dr Sandy mengakui, peredaran produk stem cell dari luar negeri belum terlalu banyak, masih di bawah 10 persen. Namun jika dilihat dari nilainya sangat fantastis, biaya dalam satu terapi bisa mencapai Rp800 juta hingga Rp 1 miliar.

“Jumlahnya belum terlalu banyak, di bawah 10 persen, namun harganya mahal sekali. Paling murah Rp800 juta sampai Rp 1 miliar,” katanya.

CEO Etnaprana Wellness Klinik, Agnes Lourda Hutagalung, menambahkan bahwa dalam memilih produk kesehatan perlu berhati-hati dengan melihat rekam jejak produk yang akan digunakan.

“Bagaimana prosesnya dan siapa yang memproduksi. Jangan hanya karena murah dan mudah, masyarakat tergiur untuk menggunakannya. Risikonya besar bagi kesehatan,” tegas Lourda.

Menurut Lourda, saat ini pihaknya terus mengembangkan berbagai paket wisata medis, yang mencakup perawatan pre-conditioning (spa wellness treatment), stem cell, perjalanan wisata, serta akomodasi premium sekaligus menikmati pengalaman wisata di berbagai destinasi di Indonesia, pihaknya juga telah bekerja sama dengan Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo).

Kerja sama ini juga merupakan bagian dari komitmen kedua perusahaan untuk mendukung industri pariwisata dan kesehatan di Indonesia, dengan meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan berkualitas tinggi bagi masyarakat.

“Melalui kerja sama ini, pihaknya berharap dapat menjangkau lebih banyak pasien, baik dari dalam maupun luar negeri, yang membutuhkan terapi stem cell sebagai bagian dari perjalanan kesehatan mereka,” pungkasnya. she 

You Might Also Like

Satgas PASTI Blokir 1.001 Entitas Ilegal di Juni – Juli 2024
Tingkatkan Kewirausahaan UMKM di Masa Pandemi, CCAI Gelar Workshop Diversifikasi
Biofarma Group akan Bagikan Inovasi Tranformasi Digital di AIPF 2023
Pemerintah Siapkan Layanan Haji Ramah Lansia
The All-New Nissan Serena e-Power Siap Mengaspal di Semarang, dari Kota hingga Lokasi Wisata
TAGGED:Sandy QlintangTerapi Stem Cell
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?