KENDAL (Jatengdaily.com) – Memahami arti dan dampak bullying sangat penting dalam mewujudkan sikap anti-bullying. pada siswa. Pembiasaan sikap anti-bullying akan mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Budaya anti-bullying akan berdampak pada pengembangan sikap empati, kepedulian, dan saling menghargai sehingga berdampak pada terhindarnya perilaku perundungan.
Siswa menjadi lebih peka terhadap tindakan bullying dan aktif melaporkan setiap perilaku agresif yang merugikan kepada sekolah, sehingga membentuk komunitas inklusif yang menghargai setiap individu dan mendorong perkembangan karakter positif di sekolah.
Budaya anti-bullying perlu ditanamkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan penumbuhan sikap anti-bullying di kalangan siswa. Hal ini dapat dilakukan melalui program pendidikan, kegiatan ekstrakurikuler, dan diskusi kelompok yang mendorong siswa untuk saling menghargai serta menghindari perilaku bullying.
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Unnes bekerja sama dengan SMP N 1 Boja telah melaksanakan kegiatan “Menumbuhkan Generasi Muda dengan Budaya Anti Bullying” pada Jumat, 20 September 2024.
Dalam sambutannya, Abdurozi, S.Pd., M.Pd, mewakili Dwi Isyanto, S.Pd., M.Pd selaku Kepala SMPN 1 Boja, menekankan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa dan sekolah.
Ia juga mengingatkan setiap siswa pentingnya menjaga diri dan menghindari tindakan yang mengarah pada bullying, baik fisik maupun verbal, serta menekankan perlunya penumbuhan sikap solidaritas di antara siswa untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan harmonis.
Andi Suhardiyanto (Unnes) selaku narasumber, menjelaskan bahwa penting bagi siswa untuk dapat mengenali perilaku yang mengarah pada bullying.
Ia menambahkan bahwa bullying memiliki dampak yang serius, tidak hanya terhadap korban, tetapi juga terhadap pelaku dan para saksi yang melihat. Membangun kepercayaan diri dengan memahami kekurangan yang dimiliki sangatlah penting dan menjadi kunci utama, agar siswa dapat mengatasi rasa takut, serta berani bersuara stop bullying.
Dengan cara ini, siswa dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih positif, aman, nyman dan saling menghargai.
Sebagai akhir dari kegiatan, para siswa diberikan sebuah situasi tentang sebuah peristiwa bullying di mana siswa diminta untuk menganalisis peristiwa tersebut kemudian bagaimana langkah-langkahnya mengatasinya.
Siswa dilatih untuk mengambil alternatif tindakan yang tepat ketika menjadi korban atau saat melihat bullying. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kepercayaan diri, kesadaran dan keterampilan siswa dalam bersikap dan mengambil Langkah jika dihadapkan pada peristiwa bullying di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini berlangsung dengan lancar, mendapat respons positif, serta antusiasisme dari siswa yang mengikuti kegiatan. Partisipasi aktif dari siswa menunjukkan tingginya kepedulian mereka terhadap pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman dan harmonis. St


