By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pamit Sholawatan, AS Yang Berusia 16 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pamit Sholawatan, AS Yang Berusia 16 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa

Last updated: 19 Juli 2024 07:37 07:37
Jatengdaily.com
Published: 18 Juli 2024 22:32
Share
Ayah korban penganiayaan yang ditemukan tak bernyawa di kebun warga Desa Trimulyo Kecamatan Guntur Demak saat akan mengidentifikasi anak bungsunya, yang hilang komunikasi 1,5 bulan lalu.Foto:dok
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Nasib naas menimpa AS (16), warga Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang. Pamit orang tua mengikuti kegiatan sholawatan sekitar 1,5 bulan lalu, tubuhnya ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengenaskan di sebuah kebun di Desa Trimulyo Kecamatan Guntur Kabupaten Demak, Rabu (17/07/2024).

Penemuan mayat wanita tanpa identitas tersebut sempat menggemparkan desa yang berbatasan dengan Kabupaten Grobogan itu. Begitu pun jagat media sosial, tetiba viral karena korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Posisi tubuh tengkurap hanya mengenakan bra dan celana dalam warna pink, dengan tubuh serta sebagian wajah penuh luka lebam.

Satu-satunya ciri yang menjadi bekal jajaran Satreskrim Polres Demak untuk melacak identitas korban adalah tato di tangan dan dada kiri korban. Yakni tato kupu-kupu dengan tulisan nama Anggra.

Kuswanto (49) ayah korban, mengungkapkan, mendengar informasi adanya penemuan mayat yang diduga korban penganiayaan atau pembunuhan dari Polsek Ambarawa. Melihat ciri wajah yang mirip putri bungsunya, ayah tiga anak itu pun mendatangi kamar jenazah RSUD Sunan Kalijaga.

Keyakinan Kuswanto bahwa korban adalah anaknya, AS dari kutil di lengan kiri korban. “Dia pamit mau ikut sholawatan sekitar 1,5 bulan lalu. Tapi setelah itu putus komunikasi. Tahu-tahu ada kabar kayak gini,” ujarnya, Kamis (18/07/2024).

Lebih lanjut dikisahkan, AS berubah perilaku sejak berteman dengan seorang perempuan yang dikenal dari Facebook. Termasuk membuat tato di lengan kiri. Sempat ditegur, tapi AS memilih bungkam.

“Kalau tato di dada sepertinya baru. Sebelumnya kami tidak pernah melihatnya,” kata Kuswanto.

Ayah Korban, Kuswanto.

Mengenai tindakan hukum bagi pelaku penganiayaan putrinya, Kuswanto menyerahkannya kepada pihak berwenang. “Saya ikhlas. Meski berharap pelaku mendapatkan hukuman setimpal dengan apa yang telah dilakukan pada anak saya,” ujarnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Demak AKP Winardi menjelaskan, kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa korban sedang dalam penyelidikan. Sejumlah saksi telah diminta keterangan, juga beberapa barang bukti di lokasi penemuan mayat telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut. rie-St

 

 

You Might Also Like

Harus Ada Verifikasi PSSI dan PASI Agar Sport Center Demak Boleh Digunakan Pertandingan Liga
Pertamina dan Hiswana Bersinergi Dukung BPBD Jateng Atasi Permasalahan Banjir Rob di Sayung
Gagal Mencuri, Iwan Justru Diringkus 10 Jam Kemudian
Mewujudkan Keluarga Samara Tidak Cukup Hanya dengan Cinta
Meski OTG, Pasca Jalani Tes Novel Baswedan Positif COVID-19
TAGGED:Ditemukan Tewaskorban aniayaPamit Sholawatan
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?