By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Ribuan Ibu Hamil di Banjarnegara Peroleh Makanan Tambahan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Ribuan Ibu Hamil di Banjarnegara Peroleh Makanan Tambahan

Last updated: 22 Juni 2024 07:23 07:23
Jatengdaily.com
Published: 22 Juni 2024 08:00
Share
Ilustrasi. Foto: alodokter.com
SHARE

BANJARNEGARA  (Jatengdaily.com)– Sebanyak 2.028 orang ibu hamil menjadi target program pemberian makanan tambahan (PMT) lokal. Mereka termasuk dalam target penurunan prevalensi stunting karena berstatus kurang energi kronis (KEK).

Penjabat (Pj) Bupati Banjarnegara, Muhammad Masrofi, menjelaskan, selain ibu hamil berstatus KEK, program PMT lokal juga menyasar 4.056 balita gizi kurang, 3.000 balita dengan berat badan kurang, serta 7.000 balita yang tidak naik berat badannya.

Dijelaskan PMT Lokal merupakan salah satu intervensi yang dilakukan pemerintah untuk mencapai target prevalensi stunting di Banjarnegara, sebesar 14 persen pada 2024.

“Anggaran PMT Lokal di Banjarnegara sebesar Rp5.212.918.000, berasal dari DAK Non Fisik Kementerian Kesehatan, dan Rp6.986.400.000, berasal dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah,” beber pj bupati, pada acara Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Kabupaten Banjarnegara Tahun 2024, di Desa Situwangi, Banjarnegara, baru-baru ini seperti dilansir dari laman humas prov Jateng Sabtu 922/6/2024).

Lebih lanjut Masrofi menjelaskan, berdasarkan Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, prevalensi stunting di Banjarnegara sebesar 23,3 persen, lalu turun menjadi 22,2 persen pada 2022. Pada 2023, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia, prevalensi stunting kembali turun menjadi 19,9 persen.

Demi menurunkan lagi angka tersebut, Masrofi mengatakan, selain menyelenggarakan PMT, pihaknya juga melakukan deteksi dini masalah kesehatan pada ibu hamil, balita, dan calon pengantin yang dilaksanakan melalui posyandu.

“Saat ini sebagian besar posyandu telah dilengkapi dengan alat antropometri terstandar dan ditunjang dengan kader yang kompeten, sehingga diharapkan makin memudahkan kinerja petugas dalam upaya pencegahan dan pendektesian pada balita,” katanya.

Masrofi menambahkan, gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting dilakukan dengan kolaborasi lintas sektor dan lintas program di tingkat kabupaten, puskesmas, hingga desa. Intervensi dilakukan serentak dan sesuai standar yang berlaku, agar dapat menyisir seluruh sasaran dan hasil yang didapatkan akurat, serta cakupan layanan yang diterima oleh sasaran meningkat. “Ini semua dilakukan dalam rangka mencegah munculnya kasus stunting baru, sehingga Banjarnegara bebas stunting dapat segera terwujud,” tambahnya

Kepala Desa Situwangi, Sutrino, mengatakan, berdasarkan data dari posyandu desanya, terdapat 41 balita menderita stunting atau setara dengan 10 persen dari jumlah balita di Desa Situwangi, sebanyak 462 balita.

Menurutnya, mereka yang menderita stunting umumnya karena kurang gizi, serta banyaknya warga melakukan nikah muda sehingga belum berpengalaman dalam penanganan balita. Faktor lainnya adalah faktor ekonomi dan faktor genetika. “Kami terus berupaya mengurangi angka stunting dengan pemberian makanan tambahan (PMT) pada anak-anak, setiap satu bulan sekali. Kami juga mengedukasi atau memberikan pemahaman kepada masyarakat dan kader posyandu setiap acara umum maupun pengajian, agar stunting tidak ada lagi di desa kami,” katanya. she

You Might Also Like

Perlu Persiapan Hadapi Kematian
Kapal Tenggelam, Empat Orang Nelayan Selamat dari Ombak Besar di Cilacap
BPOM Tarik 34 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya, Berikut Link Daftarnya
Keterisian Rumah Sakit 80 Persen, Pemda Harus Antisipasi
Tekan Angka Kesakitan dan Kematian, Pemkot Semarang Berlakukan Layanan ILP hingga Tingkat RW
TAGGED:Ribuan Ibu Hamil di Banjarnegara Peroleh Makanan Tambahan
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?