By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Satu Keluarga Yang Bunuh Diri di Apartemen Penjaringan Diduga Motifnya Karena Terlilit Hutang
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Satu Keluarga Yang Bunuh Diri di Apartemen Penjaringan Diduga Motifnya Karena Terlilit Hutang

Last updated: 11 Maret 2024 12:20 12:20
Jatengdaily.com
Published: 11 Maret 2024 12:20
Share
Satu keluarga sesaat akan melakukan aksi bunuh diri. Foto: tangkapan layar YouTube
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Sangat memprihatinkan saat mengetahui satu keluarga bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari apartemen di Kawasan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utsara pada Sabtu (9/3/2024). Seluruh jasad satu keluarga ditemukan tewas di lobi apartemen.

Kesaksian salah satu penghuni apartemen, bahwa korban pernah didatangi penagih hutang. Hal ini diduga menjadi pemicu keluarga tersebut nekat melakukan bunuh diri.

“Saya pernah lihat orang tagih dia kan, orang namanya tagih utang kan pasti ada sedikit kasar atau gimana kan, dari situ saya tahu (karena) ekonomi,” kata salah satu warga di apartemen tersebut yang tak mau menyebutkan namanya, dilansir dari laman pmjnews, Senin (11/3/2024).

Ia juga mengatakan, keluarga korban sepertinya sedang terhimpit masalah ekonomi. Hal itu dia katakan setelah mendengar langsung keluhan dari salah satu korban. Bahkan pernah mau meminjam 1 juta rupiah kepadanya san sampai 20 juta rupiah untuk kebutuhan modal.

“Istri saya bilang, kasih satu juta, karena kan kemampuan terbatas,” ungkapnya.

“Pokoknya terakhir dia pinjam uang itu mau pinjam Rp 20 juta kan, buat modal usaha, saya bilang terlalu besar. Kalau ada uang ya dikasih, tapi (saya lihat) terdesak sekali,” sambungnya.

Dia mengungkapkan, korban dulunya termasuk kalangan orang berada. Anak-anak menempuh pendidikan di sekolah bergengsi. Adapun, keduanya adalah JWA (13), JL (15). Ia menduga, bisnis yang dijalani oleh salah satu korban mengalami kerugian, sehingga kehidupan mereka pun berubah dratis. she 

**Informasi ini bukan untuk memotivasi, jika Anda stres, datang ke ahlinya dan berkonsultasi. 

You Might Also Like

Sungai Pusur di Klaten Kini Jadi Area Wisata Tubing Yang Menarik
Dikukuhkan Sebagai Profesor Kehormatan Unissula, Arief Moelia Edie Serukan Pentingnya Pemerintahan Bebas Korupsi
Mahasiswa KKN Undip Sosialisasikan Makanan Sehat & Sirup Wedang Jahe di Era New Normal
Lonjakan Harga Picu Aksi Cepat, Wali Kota Semarang Kerahkan Pasar Murah Keliling
DPD RI Gandeng FH Unissula Bahas Prolegnas
TAGGED:Satu Keluarga bunuh diri
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?