in

Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal Giliran Menyasar Juru Parkir

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Demak H Arief Sudaryanto berfoto bersama para narasumber dan peserta sosialisasi DBHCHT gempur rokok ilegal di Pendapa Satya Bhakti Praja Kabupaten Demak. Foto : sari jati

DEMAK (Jatengdaily.com)- Berhasil meningkatkan pemasukan daerah melalui Dana Hasil Bagi Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Pemkab Demak mengintensifkan sosialisasi gempur rokok ilegal. Sosialisasi yang dimotori Bagian Perekonomian Setda Demak berkoordinasi Dinas Perhubungan Kabupaten Demak kali ini menyasar para juri parkir yang berwilayah kerja di ruas jalan, pasar, dan kawasan wisata di Kota Wali.

Kepala Dinas Perhubungan yang juga Plt Kabag Perekonomian Setda Demak H Arief Sudaryanto SSos MSi menjelaskan, DBHCHT diperoleh Kabupaten Demak seiring keberadaan lahan pertanian tembakau dan pabrik rokok bercukai resmi. Meski perolehan turun dibanding tahun sebelumnya, 2024 ini Pemkab Demak memperoleh DBHCHT senilai Rp 40 miliar.

Lebih lanjut disampaikan, sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia, DBHCHT digunakan untuk beberapa hal. Antara lain untuk mendanai program peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, dan pembinaan lingkungan sosial. Di samping juga untuk sosialisasi ketentuan di bidang cukai, serta pemberantasan barang kena cukai ilegal.

“Secara garis besar DBHCHT dialokasikan 50 persen untuk bidang kesejahteraan masyarakat, 40 persen untuk bidang kesehatan dan 10 persen untuk penegakan hukum atau pengawasan. Termasuk sosialisasi gempur rokok ilegal ini,” tuturnya, didampingi Subkor SDA pada Bagian Setda Demak Retno Widiyastuti, Senin (27/05/2024).

Mengenai alasan juri parkir menjadi sasaran sosialisasi, disebutkan, karena besarnya manfaat DBHCHT bagi masyarakat maka pencegahan peredaran rokok ilegal harus dilakukan secara masif. Termasuk melibatkan semua OPD, yang masing-masing memiliki mitra kerja atau elemen masyarakat binaan.

Dinas Perhubungan Kabupaten Demak dalam hal ini memiliki kelompok binaan para juri parkir. Maka itu 130 orang juru parkir yang beroperasional di kantong parkir ruas jalan umum, area pasar dan kawasan pariwisata dihadirkan sebagai peserta sosialisasi.

“Sebagian besar mereka adalah bapak-bapak yang notabene adalah perokok. Maka tak salah jika para juru parkir ini kami informasikan ciri-ciri rokok tak bercukai resmi atau ilegal, agar tak keliru membeli yang bercukai palsu. Minimal jika mengetahui adanya penjualannya, bisa melaporkannya kepada pihak yang berwenang seperti Satpol PP,” kata Arief Sudaryanto.

Di sisi lain, Iqbal Muttaqien dari Bea Cukai Semarang mengungkapkan ciri-ciri rokok bercukai asli tapi palsu atau ilegal. Antara lain menggunakan pita cukai bekas atau bukan peruntukannya, tidak dipasang pita cukai resmi. “Pita cukai resmi dicetak jelas dan tajam serta ada hologramnya. Biasanya yang ilegal dijual dengan harga murah. Jadi jangan tergiur harga murah jika hanya akan merugikan keuangan negara,” tutupnya. rie-she

Written by Jatengdaily.com

Danang Atmojo Raih Gelar Doktor Teknik Sipil

Doktor Baru Teknik Sipil Unissula Temukan Pendeteksi Kegagalan Bangunan