in

Teliti Bayi Prematur, Dosen Keperawatan Unissula Raih Doktor

Nopi Nur Khasanah. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Dosen Fakultas Ilmu Keperawatan Unissulameraih gelar Doktor bidang Ilmu Keperawatan dari Universitas Indonesia (UI) Jakarta.

Nopi Nur Khasanah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul Pengaruh Model Intervensi Keperawatan Mrs-Preemie terhadap Stres Ibu, Bonding Ibu-Bayi, dan Berat Badan Bayi Prematur di Jawa Tengah.

Menurutnya bayi prematur seringkali gagal menambah berat badan sesuai dengan harapan. “Peningkatan berat badan bayi prematur dapat optimal salah satunya melalui bonding ibu-bayi. Dan pembentukan bonding ibu-bayi dapat menjadi hal yang menantang karena ibu dapat mengalami berbagai gangguan emosional saat menunggu bayinya dirawat,” ungkapnya, Selasa (9/1/2024).

Pihaknya melanjutkan, dengan latar belakang tersebut sehingga tujuan dari penelitiannya adalah mengidentifikasi pengaruh model intervensi keperawatan Mrs-Preemie terhadap stres ibu, bonding ibu-bayi, dan berat badan bayi prematur di ruang perawatan neonates.

Dengan menggunakan metode penelitian mixed method diketahui bahwa setelah mengontrol variabel perancu, model intervensi keperawatan Mrs-Preemie mampu menurunkan skor stres ibu dan meningkatkan bonding ibu-bayi sejak dua pekan setelah tindakan. “Namun baru dapat meningkatkan berat badan bayi prematur setelah empat pekan perlakuan,” ungkapnya.

Sehingga menurutnya model intervensi keperawatan Mrs-Preemie dapat diadopsi untuk meningkatkan asuhan keperawatan pada bayi di ruang perawatan neonatus. Di hadapan tim promotor dan penguji diantaranya Prof Yeni Rustina MAppSc PhD, Dessie Wanda SKp MN PhD, Dr Drs Sutanto Priyo Hastono MKes. Kemudian Dr dr Fitri Hartanto SpA(K), Dr Nur Agustini SKp MSi, Dr Suni Hariati SKepNs MKep, dan Dr Fajar Tri Waluyanti SKp MKep Ns SpKepAn. Dr Nopi meraih predikat summa cumlaude dengan IPK 3.95. she

Written by Jatengdaily.com

Tim PkM Dosen MH USM Tingkatkan Pemahaman Legalitas Berusaha dan Merek ke Pelaku UMKM

Siswi SMP di Gunungpati Semarang Gantung Diri, Polisi Selediki Motifnya