By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: WHO Sebut Ada 11 dari 21 Penyakit Menular Tropis di Indonesia, Diantaranya DB
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

WHO Sebut Ada 11 dari 21 Penyakit Menular Tropis di Indonesia, Diantaranya DB

Last updated: 7 Maret 2024 07:33 07:33
Jatengdaily.com
Published: 7 Maret 2024 10:00
Share
Ilustrasi/Jatengdaily.com
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Indonesia Momoe Takeuchi mengatakan Indonesia masih menghadapi beban penyakit menular tropis yang tinggi, meski telah ada upaya pencegahan dan pengendalian serta ketersediaan pengobatan yang efektif.

“Penyakit tropis terabaikan menyebabkan tingginya angka kesakitan, kecacatan, dan stigma, terutama mempengaruhi populasi yang paling miskin dan marjinal, termasuk anak-anak, perempuan, dan lansia,” ujar Perwakilan WHO Indonesia, Momoe, Rabu (6/3/24).

Secara global, terdapat 21 Penyakit Tropis Terabaikan (Neglected tropical diseases/NTD) yang disebabkan oleh berbagai patogen, termasuk virus, bakteri, protozoa, dan cacing parasit.

“Sebelas dari penyakit tersebut dapat ditemukan di Indonesia,” ujar Perwakilan WHO Indonesia, Momoe.

Ia mengatakan upaya memerangi NTD sangat penting untuk mencapai cakupan kesehatan semesta dan memastikan hak setiap orang untuk sehat terpenuhi.

Bersamaan dengan penyakit yang sangat menular seperti demam berdarah dan tuberkulosis, Indonesia juga berjuang dalam mengeliminasi dan memberantas NTD seperti filariasis, kecacingan, schistosomiasis (demam keong), kusta, dan frambusia.

Penyakit lain seperti skabies, rabies, dan gigitan ular berbisa, juga mempengaruhi kesehatan masyarakat dan memerlukan perhatian otoritas berwenang.

Pada Hari NTDs Sedunia 2024, WHO mengajak semua orang, termasuk pemimpin, pejabat pemerintah, dan masyarakat, untuk bersatu, bertindak, dan mengeliminasi NTD di dunia.

“Kami juga mengajak untuk berinvestasi dengan berani dan berkelanjutan untuk membebaskan sekitar 1,6 miliar orang di komunitas paling rentan di dunia dari lingkaran setan penyakit dan kemiskinan yang berkepanjangan,” pinta Perwakilan WHO Indonesia, Momoe.

Di Indonesia, WHO mendorong para pemimpin tingkat nasional dan daerah untuk memberantas frambusia di seluruh negeri, yang saat ini dilaporkan kurang dari 50 kasus pada 2023.

Selain itu WHO mendorong upaya mengeliminasi schistosomiasis (demam keong) yang saat ini hanya terdapat di 28 desa serta mengeliminasi kusta dan filariasis pada 2030.

“Untuk mencapai target ini kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan memastikan akses ke sumber daya kesehatan seperti obat-obatan, perlengkapan diagnosis, dan vaksin sangatlah penting,” terang Perwakilan WHO Indonesia, Momoe. she 

You Might Also Like

Kalahkan Australia, Gol Messi dan Alvarez Membawa Argentina ke Perempat Final
LSP FIT Fasilitasi Uji Kompetensi Mahasiswa ITB Semarang
Bahas Persiapan Haji dengan Arab Saudi, Menag Minta Antrean Haji Diperpendek
Ramadan, Vaksinasi untuk Lansia Dilakukan Malam Hari
Member Arisan Japo Jadi Korban Penipuan Malah Digugat di Pengadilan
TAGGED:demam berdarahPenyakit Menularpenyakit tropis
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?