Mahasiswa ITB Semarang ikut Uji Kompetensi yang difasilitasi LSP FIT Jakarta. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) -Lembaga Sertifikasi Profesi Fasilitator, Instruktur dan Tenaga Kepelatihan (LSP FIT) Jakarta menggelar uji kompetensi bagi mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang.

Tujuan uji kompetensi  ini adalah memfasilitasi mahasiswa ITB Semarang agar kompeten menjadi Fasilitator, Instruktur, serta Tenaga Kepelatihan, sebagai salah satu syarat kelulusan Sarjana Akuntansi,  Manajemen dan Sistem dan Teknologi Informasi, sebagai pendamping Ijasah.

Uji kopetensi bertajuk ‘Skema Klaster Perencanaan Penyiapan Materi Pembelajaran SKM 01/2016’ ini berlangsung selama dua hari dan diikuti sedikitnya 120 mahasiswa ITB Semarang angkatan ke 2.

Kegiatan tersebut menerapkan protokol kesehatan, yakni peserta menggunakan masker, wajib cuci tangan dan memakai handzanitizer. Kegiatan tersebut juga diawasi langsung oleh Wakil Rektor II Dr Sudarman SE MM AK CA CPA, Kepala Biro Kerjasama dan Marketing serta Kepala Humas ITB Semarang.

Menurut Assesor LSP FIT, RR Titi Agustina SE CPHRM, ITB Semarang merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jawa Tengah yang memfasilitasi mahasiswannya melalui uji kompetensi ini. Sehingga bisa menjadikan nilai plus bagi lulusannya, sebagai sertifikat pendampingan ijazah saat memasuki pangsa kerja.

Apalagi, menurutnya, persaingan global, khususnya setelah adanya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), mengisyaratkan kompetensi tenaga kerja di Indonesia harus bisa kompetitif. Mereka harus dapat mengembangkan kemampuannya untuk menjadi sumber daya manusia yang professional dan berkualitas. Untuk masuk ke persaingan bursa kerja, setiap pekerja dituntut untuk memiliki kompetensi yang dibuktikan melalui sertifikat hasil uji kompetensi.

Menurut Dr Sudarman, kegiatan  ini merupakan program pelatihan untuk mendapatkan sertifikasi sebagai bukti pengakuan terhadap kompetensi lulusan ITB Semarang. Proses sertifikasi pun dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). ”Materi pelatihan diberikan berdasarkan pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI),” jelasnya, Sabtu (12/9/2020). she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here