By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Air Mata Tumpah di Paragon XXI, Komunitas Ayah BKKBN Jateng Nobar Film Panggil Aku Ayah
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Seni Budaya

Air Mata Tumpah di Paragon XXI, Komunitas Ayah BKKBN Jateng Nobar Film Panggil Aku Ayah

Last updated: 16 Agustus 2025 10:07 10:07
Jatengdaily.com
Published: 16 Agustus 2025 09:58
Share
Kepala Perwakilan bersama para pegawai Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Jateng bersama mitra kerja nonton bareng Film Panggil Aku Ayah di salah satu bioskop di Kota Semarang. Film ini kental akan pesan pentingnya sosok ayah dalam mendampingi tumbuh kembang setiap anak.Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Suasana di bioskop XXI Paragon Mall Semarang, Jumat (15/8/2025), mendadak hening. Sesekali hanya terdengar isak tangis penonton yang tak kuasa menahan haru.

Sore itu, Komunitas Ayah pegawai Perwakilan BKKBN Jawa Tengah bersama komunitas Gardu Perak, Duta Genre, serta Ikatan Penulis Keluarga Berencana Jateng, menggelar nonton bareng film Panggil Aku Ayah.

Tak hanya para pegawai laki-laki, jajaran perempuan pun ikut larut, termasuk Kepala Perwakilan BKKBN Jateng, Eka Sulistia Ediningsih. Kebersamaan itu menjadi istimewa, karena film garapan sutradara Benni Setiawan ini tak sekadar hiburan, tetapi menyentuh sisi terdalam peran ayah dalam kehidupan anak.

Film yang diadaptasi dari film Korea Pawn ini bercerita tentang Dedi (Ringgo Agus Rahman) dan Tatang (Boris Bokir), dua penagih utang yang secara tak terduga harus mengasuh seorang anak kecil, Intan atau Pacil (Myesha Lin). Dari hubungan semula yang penuh penolakan, keduanya perlahan tumbuh menjadi sosok ayah yang tulus bagi Pacil, hingga ia dewasa (Tissa Biani).

Alur kisahnya mengaduk perasaan. Tawa kecil di awal berganti menjadi tangis saat konflik keluarga muncul. Adegan ketika Intan kecil merintih ingin kembali pada ibunya, atau kala ia bersuara lirih, “Dia bukan ayahku. Mang Dedi jemput aku sekarang,” membuat banyak penonton mengusap air mata dengan cepat.

Eka Sulistia Ediningsih mengaku film ini sangat relevan dengan misi BKKBN dalam membangun keluarga yang kuat.

“Seorang ayah adalah cinta pertama anak perempuannya. Itu akan terbawa sampai dewasa, meskipun ayah itu bukan ayah biologis seperti dalam film ini,” ujarnya usai pemutaran.

Menurutnya, film ini bisa menjadi cermin bagi para ayah untuk hadir sebagai pendidik, teladan, dan sahabat bagi anak-anaknya, sejalan dengan program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Suasana haru juga dirasakan komunitas lain yang hadir. Ika Kamila dari Gardu Perak menegaskan, figur ayah bukan hanya soal darah, tetapi tentang kehadiran dan keteladanan.

“Kehadiran seorang ayah akan membangkitkan rasa percaya diri anak,” ucapnya.

Bagi Duta Genre Jateng, Salsabila Rahma Putri dan Muh Fadlan, film ini membangkitkan kenangan personal yang dalam. Dengan suara tercekat, Salsabila mengaku kembali merasakan kehilangan ayahnya.

“Ayah saya meninggal beberapa waktu lalu, menonton film ini bikin kangen… saya menangis, tak bisa berkata-kata lagi,” ujarnya sambil menahan tangis.

Fadlan pun tak kuasa menambahkan, “Ayah yang membentuk karakter saya. Kami berdua sama-sama sudah tidak punya ayah. Sosok ayah itu luar biasa, lebih dari sekadar hubungan darah.”

Sore itu, Paragon XXI bukan hanya menjadi tempat pemutaran film, tetapi juga ruang refleksi tentang makna ayah bagi anak-anak. Tentang kasih sayang, pengorbanan, dan cinta yang sederhana namun tak tergantikan. Film Panggil Aku Ayah benar-benar menjelma menjadi jembatan emosi yang membuat penonton pulang dengan hati yang penuh haru. St

You Might Also Like

Dua Penyair Semarang Berderma Lewat Puisi
Teater Lingkar Gelar Wayang Kulit Malam Jumat Kliwon, Hadirkan Ki Manteb Sudarsono
Gandeng Tokoh Nasional dan Artis Beken, Generasi Lintas Budaya Gelar #BahanaKebangsaan
Bupati Blora Puji Buku Puisi Moderasi Beragama
Bukan hanya Sastra Peranakan Tionghoa yang Terabaikan
TAGGED:Air Mata Tumpah di Paragon XXIKomunitas Ayah BKKBN JatengNobar Film Panggil Aku Ayah
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?