By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Cegah Perundungan, Program Pesantren Ramah Anak Digalakkan
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Cegah Perundungan, Program Pesantren Ramah Anak Digalakkan

Jatengdaily.com
Published: 28 Agustus 2025 10:54
Share
Ilustrasi. Stop kekerasan. Foto: Pixabay.com
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh upaya Kantor Wilayah Kementerian Agama setempat yang terus menggalakkan program Pondok Pesantren Ramah Anak.

Dalam melaksanakan program ini, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jateng bekerja sama dengan dengan United Nations Children’s Fund (Unicef) dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Klaten.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin mengatakan, program yang menyasar lembaga pendidikan pondok pesantren itu menjadi penting untuk menjadikan provinsi ini zero bullying (nol perundungan).  Sebab, kasus kekerasan pada anak di provinsi ini hingga 2025 juga masih ditemukan.

“Kita dituntut untuk zero bullying di Jawa Tengah, baik di sekolah maupun di pesantren,” kata dia dalam Halaqah Pesantren Ramah Anak, Pesantren Aman dan Sehat, di Asrama Haji Transit Komplek Islamic Center, Kota Semarang, Rabu, 27 Agustus 2025.

Pihaknya juga mengapresiasi kepada Kanwil Kemenag Jateng yang sudah membentuk Satgas untuk penanganan kekerasan di pondok pesantren.

Dengan begitu, Pemprov Jateng tinggal berkolaborasi untuk menyosialisasikan program itu di pesantren yang ada di wilayah pemerintahannya. Tujuannya supaya mencegah potensi kekerasan yang terjadi di lingkungan pondok pesantren.

Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini, program itu menjadi penting, mengingat jumlah pesantren di provinsi ini mencapai mencapai 5.364 lembaga, dengan jumlah santri mencapai 520.014 orang.

Dalam kesempatan itu, Ia juga meminta kepada kalangan pondok pesantren agar transparan bila menemui tindakan perundungan atau yang melanggar hukum. Transparansi akan menjadikan meningkatnya kepercayaan publik terhadap lembaga pesantren.

Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Saiful Mujab menambahkan, satgas sudah dikukuhkan oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin. Pihaknya juga akan bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk terus mengawal pondok pesantren dengan baik.

Kepala Perwakilan Unicef untuk Wilayah Jawa, Arie Kurnia, mengatakan, sasaran edukasi dan sosialisasi program Pondok Pesantren Ramah Anak, ditujukan kepada tenaga pendidik, santri, hingga orang tua atau.

Pihaknya mengapresiasi Pemprov Jateng yang komitmen dalam perwujudan program itu. Diharapkan akan semakin banyak pesantren yang mendeklarasikan diri menjadi ramah anak. she

You Might Also Like

Ikke Nurjanah Jadi Duta Gizi
DKP Provinsi Jawa Tengah Siap Bantu Sukseskan SE2026
Puncak Arus Mudik, Konsumsi BBM Gasoline Naik hingga 52% di Jateng dan DIY, Kontribusi Terbesar dari SPBU di Jalur Tol
Fakultas Psikologi Undip Perluas Jejaring Internasional dengan INTI International University Malaysia
Beli Minyak Goreng Pakai Peduli Lindungi, Pedagang di Semarang: Bikin Ribet
TAGGED:Cegah PerundunganProgram Pesantren Ramah Anak
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?