By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Dari Dapur Sederhana, Kerupuk Rambak Desa Belor Bertransformasi Lewat Sentuhan Mahasiswa Unnes
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Dari Dapur Sederhana, Kerupuk Rambak Desa Belor Bertransformasi Lewat Sentuhan Mahasiswa Unnes

Last updated: 25 Oktober 2025 14:11 14:11
Jatengdaily.com
Published: 2 September 2025 10:43
Share
Dwityas Octa Kurniawati, mahasiswa Peminatan Promosi Kesehatan, Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Unnes menyerahkan label kemasan. Foto:dok
SHARE
Dwityas Octa Kurniawati, mahasiswa Peminatan Promosi Kesehatan, Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Unnes menyerahkan label kemasan. Foto:dok

GROBOGAN (Jatengdaily.com)  – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Bulu, Desa Belor, aroma khas kerupuk rambak mentah tengah dijemur di halaman. Di balik aktivitas sehari-hari itu, sebuah perubahan kecil namun berarti hadir lewat sentuhan kreativitas mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Melalui program Unnes GIAT 12 Ngopeni Jateng, mahasiswa KKN membawa karya nyata berupa label kemasan untuk produk Kerupuk Rambak Mentah LDRIUK, usaha rumahan milik Siti Maisaroh, warga RT 04 RW 04. Bagi Maisaroh, yang telah bertahun-tahun menggeluti usaha ini, kehadiran kemasan baru bagaikan pintu kecil menuju peluang besar.

“Desain kemasan baru membantu produk kami terlihat lebih menarik dan profesional. Kepercayaan konsumen juga meningkat, sehingga daya jual kerupuk rambak mentah ini lebih baik,” tutur Maisaroh dengan wajah sumringah.

Label tersebut dirancang oleh Dwityas Octa Kurniawati, mahasiswa Peminatan Promosi Kesehatan, Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran UNNES. Meski berlatar belakang kesehatan, Dwityas menunjukkan bahwa mahasiswa juga bisa berkontribusi langsung pada penguatan ekonomi lokal. “Sinergi mahasiswa, masyarakat, dan UMKM menjadi bukti bahwa pemberdayaan desa dapat dimulai dari langkah sederhana namun berdampak luas,” ujarnya.

Tak sekadar memberi identitas produk, kemasan baru ini juga menjadi simbol perubahan cara pandang: bahwa usaha kecil pun layak tampil profesional. Bagi warga desa, inovasi ini memberi harapan agar produk lokal mereka bisa menembus pasar yang lebih luas.

Program ini sejalan dengan tagline “Bersama UNNES GIAT, membangun Indonesia dari Desa”, yang menekankan pentingnya pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Lewat sentuhan sederhana seperti desain label, mahasiswa UNNES berhasil meninggalkan jejak nyata dalam perjalanan UMKM Desa Belor.

Dengan kemasan barunya, kerupuk rambak mentah LDRIUK kini tak hanya sekadar jajanan desa, tetapi juga menjadi kebanggaan lokal yang siap dikenal lebih luas.

Penulis: Dwityas Octa Kurniawati, mahasiswa Peminatan Promosi Kesehatan, Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Unnes.

You Might Also Like

Ganjar; Boleh Kompromi, Kecuali dengan Koruptor
Polrestabes Semarang Ungkap 24 Kasus Peredaran Narkoba dengan 32 Tersangka
Laga Liga 3 Jateng 2022, PSD Targetkan Masuk 3 Besar
MUI dan Baznas Berkolaborasi Bentuk Forum Pembinaan Mualaf se-Indonesia
KPU Tegaskan Format Debat Pilpres 2024 Tidak akan Diubah
TAGGED:Bertransformasi Lewat Sentuhan Mahasiswa UNNESDari Dapur SederhanaKerupuk Rambak Desa Belor
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?