DEMAK (Jatengdaily.com)– Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Demak bersama Badan Kesbangpol menggelar kegiatan donor darah lintas agama sebagai wujud kebersamaan dalam aksi kemanusiaan tahun 2025. Puluhan peserta dari berbagai keyakinan berpartisipasi untuk membantu menambah stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ketua FKUB Kabupaten Demak, KH Abdullah Syifa, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting dalam merawat harmoni antarumat beragama. Menurutnya, perbedaan agama dan suku bukanlah penghalang untuk saling menolong dan menunjukkan solidaritas sebagai bangsa Indonesia.
“Kita ingin mengingatkan bahwa semua manusia memiliki darah yang sama, meskipun keyakinan kita berbeda. Tidak ada yang eksklusif. Semua agama mengajarkan kebaikan dan tolong-menolong,” ujarnya.
Lebih lanjut Abdullah Syifa menyebut, Demak sebagai daerah religius memiliki enam keyakinan yang hidup berdampingan, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghucu. Kegiatan donor darah lintas iman dianggap menjadi implementasi ajaran agama untuk berbuat kebaikan secara nyata.
Bupati Demak, dr Hj Eisti’anah SE, turut hadir mendukung penuh agenda sosial ini. Ia mengapresiasi FKUB yang konsisten menghadirkan acara yang memperkuat persatuan sekaligus membantu menyelamatkan nyawa orang lain melalui donor darah.
“Tidak hanya mempererat kerukunan antarumat beragama, kegiatan ini juga bentuk kepedulian kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan darah. Ini hal mulia yang harus terus dirawat,” ungkap Bupati.
Dalam kegiatan yang bekerja sama dengan PMI dan Badan Kesbangpol Kabupaten Demak tersebut, tercatat sekitar 50 peserta mendaftar sebagai pendonor. Meski beberapa peserta belum lolos persyaratan medis, panitia menegaskan bahwa niat baik untuk membantu sudah sangat berarti.
FKUB berharap donor darah lintas agama dapat menjadi kegiatan rutin yang semakin besar manfaatnya. Dengan kebersamaan, setiap tetes darah yang disumbangkan menjadi bukti bahwa kerukunan di Demak tidak hanya sebatas kata, namun hadir dalam tindakan kemanusiaan yang nyata. rie-she
0



