By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Dorong Perubahan Paradigma, Kemenko PM Gelar Pelatihan Berdaya Finansial di Kebumen
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Dorong Perubahan Paradigma, Kemenko PM Gelar Pelatihan Berdaya Finansial di Kebumen. Foto: dok
News

Dorong Perubahan Paradigma, Kemenko PM Gelar Pelatihan Berdaya Finansial di Kebumen

Last updated: 6 November 2025 21:34 21:34
Jatengdaily.com
Published: 6 November 2025 14:50
Share
Dorong perubahan paradigma, Kemenko PM gelar pelatihan berdaya finansial di Kebumen. Foto: dok
SHARE
Dorong Perubahan Paradigma, Kemenko PM Gelar Pelatihan Berdaya Finansial di Kebumen. Foto: dok
Dorong perubahan paradigma, Kemenko PM gelar pelatihan berdaya finansial di Kebumen. Foto: dok

KEBUMEN (Jatengdaily.com)– Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) hari ini secara resmi membuka pelatihan Berdaya Finansial di Pendopo Kabumian, Kebumen. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 200 pelaku usaha mikro ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mentransformasi pendekatan pembangunan ekonomi nasional, dari sekadar bantuan sosial menuju pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kebumen, INAmikro, dan mitra strategis lainnya, Kemenko PM menghadirkan pelatihan yang berfokus pada peningkatan kapasitas, literasi keuangan, dan pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku UMKM.

UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional, menyumbang 60% terhadap PDB dan menyerap 97% lapangan kerja. Di Jawa Tengah, Kabupaten Kebumen menempati posisi ketiga dengan jumlah usaha mikro terbanyak. Meski potensinya besar, akses terhadap pembiayaan masih menjadi tantangan utama. Data OJK per Februari 2025 menunjukkan rasio kredit macet (NPL) UMKM mencapai 4,15%, lebih tinggi dibandingkan non-UMKM sebesar 1,76%.

Leontinus Alpha Edison, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, menegaskan bahwa Berdaya Finansial merupakan implementasi nyata dari visi baru Presiden untuk mengubah paradigma pembangunan masyarakat.

“Sebelumnya, pengentasan kemiskinan selalu dipandang dari sudut sosial, maka istilah nya adalah bantuan pemerintah atau bantuan sosial. Kini orientasinya berubah: dari ‘memberi’ menjadi ‘memberdayakan’. Melalui program Perintis Berdaya, kami membangun ekosistem yang konkret dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, agar masyarakat bisa belajar langsung dari mentor yang hebat, berjejaring, dan mendapat pendampingan berkelanjutan hingga mandiri,” jelas Leon.

Ia menambahkan, program ini tidak berhenti pada pelatihan dua hari, melainkan akan berlanjut dalam program inkubasi 13 minggu.

“Kami ingin UMKM punya akses terhadap teknologi produksi, pembiayaan yang inklusif, pemasaran omnichannel yaitu memadukan online dan offline, hingga go global dengan produk yang memiliki HAKI dan berstandar dunia. Harapannya, para pelaku usaha bisa lebih konsisten, tahu apa yang mereka jual, tahu bagaimana mempromosikannya, dan menghasilkan produk berkualitas dunia,” tambahnya. Kemenko PM juga mengapresiasi para mitra yang terlibat.

Di tempat yang sama, ​Debbie Sianturi, Founder INAmikro, yang menjadi mitra utama dalam program pelatihan dan pendampingan berkelanjutan ini, menyambut baik kolaborasi tersebut. “Melalui kegiatan ini kita belajar bersama, membangun jejaring, dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku UMKM. Ketika produk dan jasa UMKM menjadi unggulan, penghasilan akan meningkat. Kita tidak bisa bergerak sendiri, pendampingan yang intensif dan berkelanjutan adalah kunci,” ujarnya.

Pelatihan ini menghadirkan materi praktis yang dibawakan oleh DCT Agency yang mengedukasi seputar teknik interaksi dan public speaking dalam menjadi host dalam live shopping, pelatihan kesadaran usaha dan pendampingan berkelanjutan bagi UMKM termasuk optimalisasi foto produk menggunakan AI, serta coaching clinic untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang usaha peserta.

Dengan semangat kolaborasi lintas pihak, Berdaya Finansial diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Keluaran akhir program berkelanjutan ini sangat konkret, meliputi peningkatan omzet, kemampuan pemasaran digital, kesiapan investasi, serta perluasan jejaring usaha bagi pelaku UMKM. she

You Might Also Like

Ombudsman Perketat Pengawasan Petahana di Pilkada
Anak-anak YPAC Dapat Sepatu Gratis dari Mal Ciputra
Mbak Ita Ikut Melepas 900 Warga Semarang ‘Balik Kerja’ ke Jakarta
Supersoccer Euro Futsal Championship 2023, 12 Tim Terbaik di Regional Qualification Semarang Siap Perebutkan Tiket ke Grand Final
Kalahkan Brunei di Kualifikasi Piala Dunia, Timnas Indonesia Masih Ada Catatan
TAGGED:Dorong Perubahan ParadigmaKemenko PM Gelar Pelatihan Berdaya Finansial di Kebumen
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?