By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Empat Santri Meninggal dan Puluhan Luka Akibat Robohnya Tembok di Ponpes Pesantren Modern Darussalam Gontor Magelang
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Empat Santri Meninggal dan Puluhan Luka Akibat Robohnya Tembok di Ponpes Pesantren Modern Darussalam Gontor Magelang

Last updated: 26 April 2025 10:44 10:44
Jatengdaily.com
Published: 26 April 2025 10:44
Share
Proses evakuasi korban. Foto: dok
SHARE

MAGELANG (Jatengdaily.com)– Sebidang tembok yang menyangga tandon air mendadak roboh dan mengenai puluhan santri   Pondok (Ponpes) Pesantren Modern Darussalam Gontor yang berada di desa Mangunsari Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang pada Jumat (25/4/25) sekitar pukul 10.45 WIB. 

Akibatnya 25 santri mengalami luka-luka baik ringan maupun berat dan 4 lainnya meninggal dunia. 

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kepala Basarnas Semarang, Budiono, kejadian bermula saat puluhan santri antri hendak mandi menjelang ibadah sholat jum’at. Saat mengantri tiba-tiba tembok penyangga tandon air sepanjang 15 meter yang berada di depan kamar mandi mendadak ambrol dan menimpa para santri. 

“Kejadian sangat cepat dan ada beberapa santri yang tidak sempat menyelamatkan diri karena ruang yang sempit berupa lorong. ada dari mereka yang terhimpit tembok dan tidak mampu bergeral bahkan ada yang langsung meninggal dunia ditempat,” terang Budiono. 

Basarnas Semarang yang menerima informasi tersebut langsung menerjunkan tim dari Basarnas Semarang dan juga Basarnas Yogyakarta dibantu puluhan potensi SAR baik dari Damkar Muntilan, Sarda Jateng, PMI, TNI, Polri maupun organisasi SAR lainnya. Tim Basarnas sendiri dilengkapi dengan peralatan urban SAR yang memang diperuntukkan pada penanganan kejadian bangunan runtuh. 

Proses evakuasi sendiri berjalan sangat dramatis. Basarnas dan tim SAR gabungan harus berjibaku dengan waktu untuk menyelamatkan korban yang masih hidup dan dalam posisi terjepit. 

Akses yang sempit dan pergerakan tembok yang masih labil membuat tim harus waspada ekstra. Bahkan untuk meminimalisir pergerakan tembok, dengan bantuan dari IOF, tim mengikat tembok tersebut dan menambatkan pada mobil 4×4 milik anggota IOF. 

Setelah proses evakuasi berjalan selama 12 jam, akhirnya pada pukul 23.30 WIB seluruh korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dengan korban terakhir tim harus berusaha selama 3,5 jam untuk mengeluarkannya. 

“Total ada 29 korban dimana 20 korban berhasil selamat dengan evakuasi mandiri oleh pihak ponpes, 5 korban terjepit berhasil dievakuasi tim dalam keadaan luka sedang hingga berat, dan 4 korban lainnya dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia” Imbuh Budiono kemudian. 

“Terimakasih atas usaha dari tim SAR Gabungan yang luar biasa dengan penanganan yang tepat sehingga operasi SAR dapat berjalan dengan lancar dan semua korban berhasil terevakuasi,” pungkasnya. she

You Might Also Like

Pasutri Ditemukan Meninggal di Kamar
Google’s Self-Designed Tensor Chips will Power Its Next (Demo)
Densus 88 Tangkap SR di Mojolaban dan Geledah Rumah Umar di Ngruki
 Anugerah Lembaga Sensor Film 2025 Sukses Digelar,  Ada 18 Penghargaan
Eksistensi PPHPM Sleman Bisa Jadi Inspirasi Pengelolaan Pertanian di Jateng
TAGGED:santri meninggalTembok di Ponpes Pesantren Modern Darussalam Gontor Magelang
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?