By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Gubernur Minta Bupati Pati Kaji Ulang Kenaikan PBB 250 Persen
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Gubernur Minta Bupati Pati Kaji Ulang Kenaikan PBB 250 Persen

Last updated: 7 Agustus 2025 20:02 20:02
Jatengdaily.com
Published: 8 Agustus 2025 06:00
Share
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Foto: prov Jateng
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Bupati Pati Sudewo mengkaji ulang kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 250 persen. Kenaikan itu boleh-boleh saja, namun besarannya tidak boleh membebani masyarakat.

Ada tiga instruksi yang disampaikan Gubernur Ahmad Luthfi. Pertama, meminta Bupati Sudewo melakukan kajian komprehensif. Kajian ini bisa melibatkan pihak ketiga seperti universitas.

Kedua, kenaikan itu harus sesuai dengan kemampuan masyarakat Pati. Ketiga, hasil kajian kenaikan itu tidak boleh membebani perekomian masyarakat.

“Prinsip, tidak boleh membebani dan sesuai dengan kemampuan masyarakat. Lakukan kajian yang komprehensif,” kata Ahmad Luthfi, Kamis, 7 Agustus 2025.

Menurutnya, faktor-faktor ini yang harus diutamakan. Maka, pihaknya sudah menandaskan instruksi tersebut ke bawah. Ia juga meminta Bupati Pati membuka ruang-ruang publik dalam pembahasannya. Dengan komunikasi itu, maka pemerintah kabupaten akan mendapatkan masukan yang komprehensif. Akhirnya, keputusan yang diambil akan menjadi win-win solution dan bermanfaat bagi pemerintah daerah maupun warganya.

“Buka ruang-ruang publik dan lakukan sosialisasi. Tangkap aspirasi publik. Sehingga pembangunan wilayah kedepanya bisa berkesinambungan,” tandasnya.

Menurutnya, jika aturan yang saat ini memberatkan masyarakat, maka bisa direvisi. Revisi pun harus segera dilakukan agar tak membuat masyarakat was-was. “Lakukan sosialiasi dengan tepat, agar bisa dipahami masyarakat. Prinsip, kebijakan yang diambil tidak boleh membebani masyatakat,” ujarnya.

Komentar Ahmad Luthfi ini buntut dari gaduhnya kebijakan kenaikan PBB di Pati. Warga merasa keberatan dan berencana melakukan demonstrasi pada 13 Agustus 2025. Jelang aksi demonstrasi, kericuhan sempat terjadi karena Pemkab Pati menertibkan donasi yang akan digunakan untuk aksi tersebut. she

You Might Also Like

Peserta Kemah Sastra Indonesia 2021 Bikin Buku Antologi Bertema Baturaden
Ustad Abdul Rokhim Ba’asyir Serukan Jaga Kedamaian Masyarakat di Hari Natal dan Tahun Baru
Ahli Falak Asia Tenggara Siapkan Observasi Gerhana Matahari Total di Makkah 2027
Prodi S1 Ilmu Komunikasi Unissula Raih Akreditasi Unggul
KRI dr Soeharso Disiapkan untuk Jemput WNI di Jepang
TAGGED:Gubernur JatengPBB Pati naik
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?