Kanvas Menyala, Nusawave USM Bangkitkan Cinta Batik di Kalangan Muda

2 Min Read
Kegiatan membatik yang digelar Komunitas Batik Nusawave USM itu menghadirkan pengalaman baru bagi peserta: membatik dengan teknik tradisional, tetapi pada media modern. Foto:dok
Kegiatan membatik yang digelar Komunitas Batik Nusawave USM itu menghadirkan pengalaman baru bagi peserta: membatik dengan teknik tradisional, tetapi pada media modern. Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Suasana Taman FTIK Universitas Semarang (USM) tampak berbeda pada Selasa, 18 November 2025. Di bawah rindangnya pepohonan dan teduhnya di bawah payung, belasan mahasiswa duduk melingkar, masing-masing memegang canting dan menorehkan malam panas di atas kanvas. Kegiatan membatik yang digelar Komunitas Batik Nusawave USM itu menghadirkan pengalaman baru bagi peserta: membatik dengan teknik tradisional, tetapi pada media modern.

Ketua Komunitas Batik Nusawave USM, Almira Lathiifa, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkenalkan batik secara lebih kreatif kepada generasi muda, khususnya mahasiswa. Ia berharap batik tidak lagi dianggap kuno, melainkan menjadi ruang berekspresi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Banyak generasi muda yang ternyata suka membatik canvas. Antusias pesertanya cukup tinggi. Kami berharap komunitas ini bisa semakin maju dan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus melestarikan batik,” ujarnya.

Sebanyak 15 mahasiswa mengikuti kegiatan ini, yang juga dihadiri dosen pendamping, RR. B. Natalia Sari Pujiastuti, S.Psi., M.Si. Almira menjelaskan, peserta diajak langsung terlibat dalam proses membatik, mulai dari memegang canting, mengatur aliran malam panas, hingga menggoreskannya di atas kanvas.

Pemilihan kanvas sebagai media bukan tanpa alasan. Menurut Almira, penggunaan kanvas merupakan bentuk inovasi agar batik tidak hanya lekat dengan kain panjang, tetapi bisa hadir sebagai karya modern yang layak dipamerkan di berbagai ruang.

Kegiatan ini sendiri berawal dari keinginan Almira untuk memperkenalkan batik kepada mahasiswa USM. Dari situ, Komunitas Batik Nusawave terbentuk sebagai wadah eksplorasi seni dan pelestarian budaya.

Selain membatik, peserta juga mengikuti sesi mewarnai dan berkesempatan mendapatkan doorprize sebagai bentuk apresiasi. Komunitas berharap program semacam ini dapat berkelanjutan agar semakin banyak anak muda yang tertarik pada batik melalui pendekatan seni yang lebih atraktif dan kreatif.

“Seru banget kegiatannya, dapat pengalaman baru, dan asik banget bisa ngebatik bareng teman-teman,” kata Adelia, mahasiswi Ilmu Komunikasi USM, dengan senyum lebar. St

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.