By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kapal Nelayan Tenggelam, Dua ABK Masih dalam Pencarian di Perairan Pekalongan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kapal Nelayan Tenggelam, Dua ABK Masih dalam Pencarian di Perairan Pekalongan

Last updated: 13 Februari 2025 05:47 05:47
Jatengdaily.com
Published: 13 Februari 2025 05:38
Share
Basarnas Semarang mencari korban. Foto: Basarnas Semarang
SHARE

PEKALONGAN (Jatengdaily.com)- Kapal nelayan Kapal Motor (KM) Sumber Rizki asal kabupaten Batang tenggelam akibat hantaman ombak di Perairan Utara Jawa, Kabupaten Pekalongan, pada Rabu (12/02/25) sekitar pukul 04.00 WIB.

Sebanyak 15 ABK dari KM. Sumber Rizki yang tenggelam berhasil dievakuasi oleh ABK dari empat kapal nelayan Pemalang yang kebetulan sedang berada di sekitar lokasi kejadian. Adapun terdapat pula satu korban yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sedangkan dua ABK masih dalam pencarian.

Berdasarkan keterangan saksi ABK yang selamat, pada hari Selasa (11/02/25) sekiranya pukul 17.00 WIB; KM. Sumber Rizki bertolak dari Dermaga TPI Batang menuju Perairan Utara Wonokerto. Kapal mulai melabuhkan jangkarnya sekitar pukul 21.00 WIB untuk melakukan proses pencarian ikan dengan cara ngobor (memancing ikan datang dengan lampu kemudian di jaring).

Keesokan harinya atau rabu subuh, sekitar pukul 04.00 WIB, bagian buritan kapal secara tiba-tiba tenggelam saat kapal selesai melakukan proses tabur jaring. Akibatnya membuat seluruh kapal oleng dan akhirnya terbalik. Bocornya kapal diduga karena dihantam ombak besar.

“Tenggelamnya kapal mulai terjadi pada Rabu subuh sekitar pukul 04.00 WIB. Tepatnya setelah kru kapal menyelesaikan pelaksanaan tabur jaring. Bagian buritan kapal tiba-tiba tenggelam sehingga mengakibatkan kapal oleng dan terbalik. Para kru kapal kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berenang menggunakan alat seadanya,” ucap Kepala Kantor Basarnas Semarang Budiono.

“Sekitar pukul 05.30 WIB, terdapat empat kapal nelayan Pemalang dengan jenis sopek badong yang sedang berada di area kejadian. Selanjutnya keempat kapal tersebut memberikan bantuan dan menolong korban crew KM Sumber Rizki. Empat kapal berhasil mengevakuasi crew sebanyak 15 korban dalam kondisi selamat dan menemukan 1 korban dalam kondisi meninggal dunia,” imbuh Budiono.

Adapun data korban yang berhasil ditemukan adalah sebagai berikut:
Korban Selamat:
1. Dono Bin Warsimo (43 Th/L)
2. Sumari (45 Th/L)
3. Kudung Susanto Bin Dalmo (68 Th/L)
4. Teguh Bin Nuridho (39 Th/L)
5. Slamet Bin Rasmuin (Alm) (40 Th/L)
6. Siswanto Bin Rasmuin (Alm) (31 Th/L)
7. Solikhin Bin Mundijar (54 Th/L)
8. Soni Bin Andi (14 Th/L)
9. Pendi Bin Prayetno (23 Th/L)
10. Gianto Bin Kuri (34 Th/L)
11. Hasan Bin Istail (Alm) (47 Th/L)
12. Ahmad Ani Bin Slamet (47 Th/L)
13. Duryono Bin Dasmun (40 Th/L)
14. M. Shodikun Bin Maksudi (Alm) (50 Th/L)
15. Agus Surono Bin Sumarno (37 Th/L)

Korban Meninggal Dunia:
Sumilin Bin Rasmuin (37 Th/L)

Kantor Basarnas Semarang menerima laporan kejadian ini segera mengirimkan tim dari Unit Siaga Basarnas Pemalang dan juga KN. SAR Sadewa 231 dari Semarang untuk melakukan pencarian terhadap dua korban yang masih belum ditemukan. Adapun kedua nelayan yang hilang itu adalah Hermanto (35 Th/L) asal Kab. Batang dan Fakhtur (21 Th/L) asal Rowosari Kab. Kendal.

“Hingga kini masih ada dua korban yang belum ditemukan yakni Hermanto dan Fakhtur. Tim kami sudah mendarat di lokasi kejadian pada pukul 14.30 WIB. Semoga dengan cuaca cerah ini para korban dapat dengan segera mungkin ditemukan,” tutup Budiono. she

You Might Also Like

Longsor Tambang Galian C Gunung Kuda Cirebon, Korban Meninggal 17 Jiwa
Mbak Ita Sebut Kirab Budaya Klenteng Tay Kak Sie Jadi Simbol Toleransi
Kerja SPPG Dipantau Kodim Semarang Saat Gelar Makan Bergizi Gratis di 97 Sekolah
Maripay, Solusi Digital Permudah Transaksi Keuangan Pekerja Migran di Malaysia
PPIH Jateng Hingga Hari Ini Berangkatkan 39 Kloter Haji
TAGGED:Dua ABK Masih dalam Pencariankapal nelayan tenggelam
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?