Lelang Mobil dan Motor di JBA Semarang Banyak Pilihan dan Prosesnya Mudah

Sejumlah mobil yang siap dilelang di JBA Semarang. Foto: Siti KH
SEMARANG (Jatengdaily.com)- Sales & Marketing Division Head JBA Indonesia, Johan Wijaya mengatakan, lelang mobil dan motor di JBA mempunyai kelebihan dibanding pengelola jasa lelang lainnya.
Pasalnya, banyak pilihan mobil dan motor yang ditawarkan. Kelebihan lain, prosesnya mudah. ”Selain itu, kami sangat memperhatikan konsumen (pembeli) dengan fasilitas yang nyaman,” jelas Johan Wijaya, kepada media, Rabu (2/7/2025) di Kantor JBA Cabang Semarang, Ngaliyan, Kota Semarang.
Mengapa mudah, menurutnya, untuk proses lelang pembeli bisa mengikuti secara online dan offline.
”JBA Semarang yang sudah beroperasi sejak tahun 2015 ini, rutin menggelar lelang mobil setiap hari Kamis, serta lelang motor dua minggu sekali. Proses lelang dilakukan secara hybrid, yaitu langsung di cabang atau mengikuti secara online melalui aplikasi dan situs resmi JBA,” jelas Johan Wijaya.
JBA Semarang memiliki area pool seluas lebih dari 14.756 meter persegi yang dapat menampung hingga 550 mobil dan 700 motor. Didukung jaringan layanan lelang berupa pool kendaraan yang mencakup area Tegal dan Purwokerto, JBA Semarang terus memperluas akses bagi masyarakat di berbagai wilayah.
“JBA Semarang saat ini menguasai market share mobil bekas sekitar 53% dari total penjualan di sekitar 7 balai lelang yang beroperasi di wilayah Semarang. Sementara itu, untuk motor bekas, pangsa pasarnya mencapai sekitar 38% dari total penjualan di sekitar 6 balai lelang yang beroperasi di wilayah ini dari Januari 2025 hingga Mei 2025,” ujar Johan Wijaya.
Johan Wijaya menambahkan ke depannya, JBA Semarang juga akan lebih fokus menargetkan diversifikasi unit lelang dari pemilik perorangan, guna membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk menjual kendaraannya secara aman dan transparan melalui sistem lelang.
Sementara itu, Regional Operation Head Area Jawa JBA Indonesia, Tan Hung Pau mengatakan PT JBA Indonesia Cabang Semarang mencatat rasio penjualan rata-rata kendaraan bekas sebesar lebih dari 35% untuk segmen mobil.
Sementara itu, pada segmen roda dua, JBA Semarang mencatat rasio penjualan hingga 60% dari Januari hingga Mei 2025. Seluruh kendaraan yang dilelang berasal dari perusahaan pembiayaan, logistik, rental, asuransi, hingga pemilik perorangan.
Dari sisi penjualan perorangan, JBA Semarang telah melayani ratusan penitip perorangan yang menitipkan mobil, motor, maupun kendaraan niaga.
“Unit titipan perorangan di JBA Semarang saat ini didominasi oleh kendaraan penumpang seperti Toyota Avanza, Toyota Innova, dan Mitsubishi Pajero. Untuk kendaraan niaga, unit yang dilelang bervariasi, mulai dari Mitsubishi Colt Diesel FE 74 HDV, Toyota Dyna 130 HT 4.0, hingga Hino 110 SDL 4.0. Sementara di segmen roda dua, Yamaha Lexi,Yamaha Nmax, dan Honda Beat menjadi unit yang paling banyak dititipkan. Rata-rata penjualan untuk unit perorangan mencapai 48% setiap bulannya,” ujar Tan Hung Pau.
Menurutnya, saat ini, preferensi unit lelang di Semarang masih terfokus pada kendaraan jenis MPV dan city car. Lima mobil yang paling banyak dicari antara lain Toyota Avanza, Honda Brio, Toyota Calya, Daihatsu Sigra, dan Toyota Innova.
Sementara untuk kategori motor, Honda Beat, Scoopy, Vario, Gear 125, dan Beat Street menempati posisi teratas,” tambahnya.
Seperti diketahui, PT JBA Indonesia merupakan bagian dari grup PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) yang memiliki bidang usaha otomotif mulai dari lelang mobil dan motor, jual beli mobil daring, dan penyedia data harga mobil dan motor.
Saat ini, jaringan lelang JBA telah terdapat di lebih dari 15 cabang dan 21 hub di berbagai kota besar di Indonesia. Setiap tahunnya, JBA melelang ratusan ribu unit mobil dan motor bekas yang menjadikan JBA sebagai balai lelang nomor satudi Indonesia.
JBA juga mengadaptasi berbagai teknologi dan sistem komunikasi terkini untuk dapat memberikan yang terbaik bagi penitip kendaraan, pembeli kendaraan, dan masyarakat luas. Informasi lebih lanjut www.jba.co.id dan markom@jba.co.id. she