By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: LLDIKTI Wilayah VI Kuatkan Budaya Riset dan Pengabdian PTS se-Jateng
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

LLDIKTI Wilayah VI Kuatkan Budaya Riset dan Pengabdian PTS se-Jateng

Last updated: 31 Oktober 2025 17:40 17:40
Jatengdaily.com
Published: 10 Juni 2025 09:50
Share
Plt. Kepala LLDIKTI VI Prof. Dr. Harun Joko Prayitno bersama Ketua LPPM PTS Se-Jawa Tengah. Foto: Humas LLDIKTI6
SHARE
Plt. Kepala LLDIKTI VI Prof. Dr. Harun Joko Prayitno bersama Ketua LPPM PTS Se-Jawa Tengah. Foto: Humas LLDIKTI6

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jateng terus meneguhkan komitmennya dalam mendorong budaya riset dan pengabdian di lingkungan perguruan tinggi swasta (PTS) Jawa Tengah.

Melalui kegiatan bertajuk “Koordinasi Peningkatan Kualitas Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025”, yang diselenggarakan di Gedung A Kantor LLDIKTI Wilayah VI, Semarang, sebanyak 219 perwakilan Ketua LPPM dari PTS se-Jawa Tengah berkumpul dalam semangat sinergi dan transformasi, baru-baru ini.

Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., membuka acara dengan sebuah refleksi tajam tentang kondisi riset nasional. “Dari 5.600 perguruan tinggi di Indonesia, baru sebagian yang menunjukkan komitmen kuat terhadap budaya riset dan pengabdian. Inilah alasan kami mengundang Bapak/Ibu hadir—agar terjadi proses lesson learned, saling memotivasi, dan saling belajar,” tegas Prof. Harun.

Lebih dari sekadar koordinasi, kegiatan ini menjadi momentum penting dengan dilaksanakannya penandatanganan komitmen bersama oleh para pimpinan LPPM. Komitmen ini diharapkan memperkuat tekad bersama untuk menjadikan riset dan pengabdian sebagai pilar utama mutu dan daya saing PTS.

Dalam paparannya, Prof. Harun mengungkap bahwa dari ribuan usulan penelitian, hanya sekitar 1.015 yang diterima, dengan total dana mencapai Rp73,9 miliar dari 132 perguruan tinggi. Artinya, masih ada sekitar 40% PTS yang perlu ditingkatkan motivasi dan kapasitasnya. “Kami ingin PTS di Jawa Tengah naik kelas—bukan sekadar mengejar laporan akhir, tapi menghasilkan riset yang berdampak, yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Prof. Harun juga menyoroti pentingnya memiliki identitas riset digital seperti ID Scopus dan afiliasi resmi. “Kami akan data ulang 219 PTS di Jawa Tengah. Yang belum punya ID Scopus, akan kami dorong. Targetnya, semua PTS punya posisi di panggung riset global.”

Tak hanya berhenti pada sistem dan data, Prof. Harun menantang para pimpinan LPPM untuk mengubah pola pikir dari konsumtif menjadi produktif. “Jangan hanya menunggu dana pemerintah. Mulailah inisiatif afirmatif di kampus masing-masing. Dana tidak selalu besar, tapi pengakuan terhadap karya dosen itu penting. Ini akan menciptakan atmosfer akademik yang sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah VI, Adhrial Refaddin, turut menyampaikan pesan tegas terkait pelaksanaan teknis dan etika pelaporan hibah penelitian dan pengabdian. Ia menanggapi sejumlah pengaduan yang masuk dalam dua bulan terakhir, antara lain soal pemotongan dana hibah oleh pihak internal LPPM. “Kami mengingatkan kembali ketentuan yang harus ditaati terutama berkaitan dengan status keaktifan dosen dan larangan bagi PTS untuk melakukan pemotongan dana hibah tersebut.” ujar Adhrial.

Selain arahan, sesi diskusi interaktif juga berlangsung dinamis, mencerminkan antusiasme dan kesadaran tinggi dari peserta. Mulai dari pertanyaan teknis tentang e-kontrak oleh tim pengembang sistem informasi guna memastikan seluruh proses berjalan transparan dan akuntabel, perubahan data di sistem BIMA, hingga strategi kolaboratif riset disambut dengan respons solutif dari tim LLDIKTI VI.

Acara ditutup dengan penegasan kembali bahwa riset dan pengabdian bukan hanya kewajiban administratif, tetapi merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. “Ke depan, kita akan berbicara soal riset berdampak, bukan hanya laporan tidur (sleeping final report). Dan kuncinya ada di kolaborasi, komitmen, dan keberanian untuk terus berinovasi,” pungkas Prof. Harun.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata arah baru Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang menekankan pada mutu, relevansi, dan dampak nyata dari setiap aktivitas akademik. she

You Might Also Like

Publik Semarang Ingin Stadion Jatidiri Rampung Tahun Ini
Unissula Dukung Keputusan Presiden Beri Amnesti ke Hasto dan Abolisi ke Lembong 
Jokowi pun Ikut Membatik
Generasi Milenial Dominasi Serbuan Vaksinasi di Lanud Sam Ratulangi
Kiai Darodji Minta Umat Jangan Umbar Medsos Saat Berpuasa
TAGGED:Budaya Riset  PTS se-JatengHarun Joko PrayitnoLLDIKTI Wilayah VI
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?