SEMARANG (Jatengdaily.com) – Komunitas Berbakti, wadah mahasiswa dari sejumlah universitas di Semarang, memulai langkah perdana mereka di bidang pendidikan sosial dengan menggelar program “Langkah Pertama Berbakti”. Kegiatan ini menyasar 30 anak di Kelurahan Randusari, tepatnya di Balai RT 7 RW 5.
Kelurahan Randusari dipilih setelah tim Komunitas Berbakti menilai masih minimnya akses anak-anak setempat terhadap kegiatan ekstrakurikuler yang dapat membentuk karakter dan rasa percaya diri.
“Kami ingin menghadirkan wadah belajar di luar bangku sekolah, agar anak-anak bisa mengenal potensi diri mereka,” ujar Halila, pengurus divisi pendidikan Komunitas Berbakti.
Program yang digelar setiap Sabtu sore ini mengusung tema “Aku dan Diriku” dengan fokus pada pembangunan karakter, penguatan rasa percaya diri, serta pengenalan potensi diri sejak dini.
Kehadiran mahasiswa mendapat sambutan positif dari perangkat kelurahan.
“Kami senang dengan kepedulian adik-adik mahasiswa. Semoga pendidikan karakter ini berhasil menumbuhkan pribadi yang baik pada anak-anak,” kata Ibu Henny, salah satu perangkat kelurahan Randusari.
Bagi Komunitas Berbakti, program ini menjadi pengalaman pertama mengajar langsung di masyarakat.
“Rasa gugup kami terbayar oleh semangat anak-anak. Senyum mereka meyakinkan kami bahwa ini langkah yang benar,” tambah Halila.
Pengajaran karakter ini akan berlangsung rutin selama dua bulan ke depan. Komunitas Berbakti juga berencana memperluas jangkauan program, mengajak lebih banyak mahasiswa bergabung, dan membangun kolaborasi dengan pihak lain demi mendukung pendidikan karakter anak bangsa.
Pewarta, Abuzar Algifari, Head of Public Relations Berbakti. St
0



