By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Mahasiswa Unnes Ciptakan Alat Pengendali Hama Ramah Lingkungan untuk Petani Pucangrejo
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Mahasiswa Unnes Ciptakan Alat Pengendali Hama Ramah Lingkungan untuk Petani Pucangrejo

Jatengdaily.com
Published: 11 November 2025 11:01
Share
mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) Giat 13 yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pucangrejo, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal. Foto:dok
SHARE
Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) Giat 13 yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pucangrejo, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal. Foto:dok

KENDAL (Jatengdaily.com) – Semangat inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan terpancar dari mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) Giat 13 yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pucangrejo, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal.

Mereka berhasil menciptakan sekaligus menyerahkan alat pengendali hama ramah lingkungan kepada Pemerintah Desa Pucangrejo dalam sebuah acara sederhana namun penuh makna di Balai Desa, Rabu (29/10/2025).

Acara penyerahan dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan petani setempat. Suasana hangat dan penuh antusiasme terasa ketika para mahasiswa mempresentasikan cara kerja alat yang mereka rancang untuk membantu petani mengendalikan hama tanpa bahan kimia.

Koordinator Unnes Giat 13 menjelaskan, ide pembuatan alat tersebut muncul dari hasil pengamatan terhadap kebutuhan warga yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

“Kami ingin menghadirkan solusi sederhana, murah, dan bermanfaat. Alat ini diharapkan bisa membantu petani menjaga tanaman mereka dari serangan hama tanpa harus bergantung pada pestisida kimia,” ujarnya.

Alat yang mereka ciptakan menggunakan prinsip teknologi tepat guna—mudah dioperasikan, hemat energi, dan tidak mencemari lingkungan. Dalam uji coba di area persawahan warga, alat ini terbukti efektif mengurangi gangguan hama tertentu dengan cara mekanis dan suara frekuensi tertentu yang mengusir serangga.

Kepala Desa Pucangrejo, Nur Said menyambut baik inovasi tersebut dan memberikan apresiasi tinggi kepada para mahasiswa.

“Kami sangat berterima kasih. Alat ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antara kampus dan desa bisa melahirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Semoga bisa terus dikembangkan dan digunakan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Unnes Giat 13 tidak hanya mengamalkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menunjukkan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Inovasi mereka menjadi wujud nyata kontribusi generasi muda dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan pertanian berkelanjutan di pedesaan. St

You Might Also Like

Edarkan Paket Hemat Sabu, Novianto Terancam Hukuman Mati
Ganjar Minta Pengusaha Tidak Lakukan PHK
Kuliah Praktisi Jembatani Teori dengan Praktik bagi Mahasiswa
Sidang MK Selesai, Pelantikan Presiden dan Wakil Terpilih Dijadwalkan 20 Oktober 2024
Lindungi Perusahaan Pers, Dewan Pers Dorong SMSI Daftarkan Seluruh Anggota untuk Didata
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?